Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Musim Penghujan, Waspadai Hewan Liar Keluar Sarang

Editor News • Rabu, 26 Oktober 2022 | 20:25 WIB
NYAMAN : Ular tengah bersembunyi di dek kendaraan bermotor milik warga Jogja. (DOKUMENTASI DINAS DAMKAR DAN PENYELAMATAN)
NYAMAN : Ular tengah bersembunyi di dek kendaraan bermotor milik warga Jogja. (DOKUMENTASI DINAS DAMKAR DAN PENYELAMATAN)
RADAR JOGJA - Musim hujan tak hanya berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor. Selama musim ini juga kerap terjadi hewan liar masuk ke pemukiman warga. Mulai dari ular, biawak hingga musang.

Kondisi ini juga terpantau terjadi di wilayah Kota Jogja. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jogja mencatat adanya puluhan evakuasi hewan liar. Terutama untuk ular dan biawak.

"Musim hujan ini memang banyak hewan liar yang masuk pemukiman warga. Tercatat hingga September 2022, kami 55 kali mengevakuasi ular dan biawak dari rumah warga," jelas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jogja Octo Noor Arafat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (26/10).

Memasuki Oktober, intensitas evakuasi semakin tinggi. Tercatat timnya telah mengevakuasi 10 ekor ular, satu ekor biawak, dan dua ekor musang dari rumah warga. Untuk kasus musang baru terjadi kali ini.

"Evakuasi musang liar dari rumah warga ini baru pertama kali dilakukan. Ya cukup janggal karena ada musang di lingkungan perkotaan yang permukiman penduduknya padat," katanya.

Octo tak menampik salah satu penyebab munculnya hewan liar adalah cuaca. Terlebih jika sarangnya terendam air akibat hujan deras. Hingga akhirnya mencari tempat yang lebih teduh dan hangat.

Kondisi ini kerap ditemui untuk evakuasi ular. Hewan melata ini sering dijumpai di sudut -sudut rumah. Adapula yang bersembunyi dalam sela kendaraan bermotor.

"Yang jelas kalau di kota ya berkaitan dengan kondisi cuaca mungkin, musim penghujan ini, yang jelas yang paling banyak laporan ular masuk ke lingkungan rumah," ujarnya.

Disatu sisi Octo mengakui tidak semua evakuasi berhasil. Ada hewan yang tidak ditemukan karena bersembunyi. Langkah selanjutnya memberikan edukasi kepada warga dan pemilik rumah tentang penanganan.

Octo mengimbau agar warga membersihkan semak-semak. Lokasi ini kerap menjadi persembunyian hewan liar. Lalu menata barang-barang di rumah agar tak bertumpuk.

"Awalnya memancing keberadaan tikus, karena ular kan habitatnya kemudian dia makan tikus itu yang paling banyak seperti itu. Itu yang kita edukasi ke masyarakat," katanya.

Penanganan evakuasi hewan liar tahun ini cenderung meningkat. Termasuk evakuasi sarang tawon di pemukiman warga. Untuk data hingga September 2022, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jogja melakukan 177 tindakan terhadap sarang tawon.

Pasca penanganan, pihaknya berkoordinasi dengan komunitas pecinta hewan. Untuk berlanjut dengan pelepasliaran ke alam. Walau begitu ada beberapa hewan yang dipelihara sebagai hewan domestik.

"Ada teman-teman sendiri yang kalau berkenan ngopeni (memelihara) seperti musang kemarin kan ada anggota damkar yang kemudian dibawa ke rumah dipelihara sendiri. Juga dirilis bersama teman-teman pecinta binatang ke habitatnya," ujarnya.

Secara keseluruhan Dinasnya telah melakukan evakuasi ratusan kali. Selain hewan liar adapula 42 kali penyelamatan kucing dan anjing. Lalu pelepasan cincin 56 kali, serta 42 kali penanganan kasus kebakaran di dalam Kota Jogja.

"Kami juga memberikan bantuan 51 kali di luar Kota Jogja," katanya. (Dwi) Editor : Editor News
#Musim penghujan #Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jogja #evakuasi Damkar Jogja #evakuasi hewan liar