Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Usulkan Trans Jogja Lewat Bantul dan Imogiri

Editor Content • Kamis, 8 September 2022 | 16:21 WIB
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
RADAR JOGJA – Minimnya rute Trans Jogja di Kabupaten Bantul dikeluhkan Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul. Maka dari itu, Dishub Bantul mengusulkan rute-rute baru angkutan publik di kawasan berjuluk Bumi Projotamansari tersebut.

Kepala Bidang Angkutan dan Terminal Dishub Bantul, Suyamto membenarkan dinasnya sedang berusaha agar rute Trans Jogja bisa masuk sampai Kapanewon Bantul dan Imogiri. Karena saat ini, hanya area perkotaan yang terlayani rute Tran Jogja. Antara lain di Kasihan, Sewon, dan Banguntapan. “Pemerintah berkewajiban melayani (transportasi masyarakat melalui angkutan publik, Red),” lontarnya pada Radar Jogja kemarin (7/9).

Suyamto mengakui bahwasannya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul belum dapat melakukan pengadaan angkutan publik. Maka yang dapat dilakukan mengajukan permohonan pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ untuk menambah rute Trans Jogja. “Masih dalam pengusulan, Trans Jogja masuk ke Terminal Palbapang dan Terminal Imogiri,” bebernya.

Dibeberkan pula, angkutan publik yang masuk sampai ke Kapanewon Bantul baru Damri. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini melayani perjalanan sampai ke Terminal Palbapang untuk diteruskan ke Bandara YIA. “Harapan kami juga ada rute yang ke Imogiri,” cetusnya.

Terkait dengan angkutan swasta, Suyamto mengatakan eksistensinya sudah tergerus. Sepengetahuannya, kini hanya tersisa empat bus tua yang beroperasi di Bantul. Itu pun izin trayeknya sudah mati. “Jalan untuk melayani bakul (pedagang) yang langganan. Trayek tidak bisa diperpanjang. Karena usia busnya sudah tua, kan ada batas usia untuk kendaraan trayek,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho menyatakan, harapannya agar masyarakat kembali pada angkutan publik. Naiknya harga BBM, disebut Agus dapat jadi momentum migrasi kendaraan pribadi ke angkutan publik. “Di samping biaya, sekarang jadi lebih tinggi untuk BBM. Kemudian keselamatan jadi lebih terjaga,” tegasnya.

Terkait dengan layanan angkutan publik, Agus menilai Trans Jogja cukup dapat diandalkan. Lantaran sejumlah halte tersedia di dekat sekolah. Harga tiket pun tetap Rp 3.500, saat harga BBM naik. Selain itu, jam operasional sejak pukul 06.00-22.00.

Namun Agus mengakui, Trans Jogja masih belum konsisten dengan waktu. Mengingat angkutan publik ini belum mendapat prioritas jalur khusus. “Sekarang bus bagus. Driver, mengendarai lebih save. Tapi kalau ketepatan waktu, Trans Jogja belum memiliki jalur khusus,” ucapnya. (fat/bah) Editor : Editor Content
#Dishub Bantul #Terminal Dishub Bantul