Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Karakter Serial TV yang Melekat dengan Pemerannya

Editor Content • Minggu, 5 Juni 2022 | 14:10 WIB
Fransisca Vindy Pudhi Ardani, Warga Budegan 2 RT 06/011, Piyaman, Wonosari.(DOK PRIBADI)
Fransisca Vindy Pudhi Ardani, Warga Budegan 2 RT 06/011, Piyaman, Wonosari.(DOK PRIBADI)
RADAR JOGJA - TIDAK gampang membuat sebuah karakter di serial TV atau sinetron yang melekat di ingatan pemirsa. Saking natural dalam berakting, penonton ingat betul dengan nama-nama di setiap tokohnya. Acara yang legendaris itu judulnya 'Mbangun Desa', tayang malam hari hanya di stasiun TVRI era tahun 90-an.

Warga Budegan 2 RT 06/011, Piyaman, Wonosari, Fransisca Vindy Pudhi Ardani mengaku penggemar sintron 'Mbangun Desa'. Dia masih ingat ketika duduk di bangku sekolah dasar (SD). Penayangan program serial di TVRI Jogja ini paling dinanti-nanti oleh anggota keluarganya. Ditayangkan pada malam hari memudahkan dirinya untuk selalu update perkembangan alur ceritanya.
“Ada Den Baguse Ngarso, Sronto sama istri, Pak Bina, dan Kuriman. Itu tokoh acaranya,” kata ibu satu anak itu saat ditanya Radar Jogja soal serial 'Mbangung Desa' (3/6).

Ibu anak semata wayang Felicia Annora Puspa Ardani, 7, itu paling kasihan dengan tokoh Sronto. Keluarga Sronto yang diperankan oleh Sudiharjo dan Yu Sronto oleh Muji Rahayu, sangat menghibur. Dalam perannya, sepasang suami istri penduduk kampung, mempunyai karakter pasrah, apa adanya, gampang diperintah, dan kadang gampang dikerjain orang. “Seingat saya, karakter Sronto berperawakan gemuk, berkumis, dan gampang tersenyum. Dia polos,” ujarnya.

Lalu tokoh berikutnya Den Baguse Ngarso. Saking melekatnya di ingatan pemirsa, tokoh Den Baguse Ngarso justru lebih dikenal ketimbang serial 'Mbangun Desa' itu sendiri. “Den Baguse tayang engko bengi (Den Baguse Ngarso tayang nanti malam, Red), ujar Fransisca mengenang saat sang ibu mengajaknya nonton TV bersama keluarga besar.

Karakter Den Baguse Ngarso diperankan oleh Drs Susilo Nugroho. Tokoh Den Baguse Ngarso menggambarkan sosok antagoni seorang pejabat atau orang terpandang di desanya yang gila hormat. Karena merasa jadi orang berkelas, Den Baguse Ngarso tidak jarang semena-mena terhadap Sronto.

Dengan gaya khas cengar cengir, Den Baguse Ngarso sukses memerankan karakter yang dibenci pemirsa. “Den Baguse Ngarso sering pakai peci. Gayanya itu lho, suka meremehkan orang lain, dan merasa paling pinter. Ah, bikin jengkel aja,” ucapnya.

Berbeda dengan Den Baguse Ngarso, tokoh lain bernama Pak Bina yang diperankan Heru Kesawa Murti, karakternya santun. Sangat bijaksana, berpendidikan, berpikir rasional, dan paling disegani lingkungan kerja dan masyarakat. Tokoh ini sering berseberangan pendapat dengan Den Baguse Ngarso. Pun demikian tokoh Pak Bina, meski bijaksana karakternya juga humoris. “Saya menganggap peran Pak Bina juga sangat menonjol,” ungkapnya.

Ada satu lagi, kata Felicia. Nama tokohnya Kuriman. Penampilan biasa seperti orang desa pada umumnya, namun pembawaannya mudah emosi. Tokoh Kuriman biasanya paling mencolok ketika beradu akting dengan Pak Bina. Menurutnya, serial 'Mbangun Desa' sangat melegenda. Tema cerita yang diangkat tidak berat, karena hanya seputaran kehidupan riil persoalan sosial ekonomi wilayah perkampungan. “Jarang sekali lho ada film legend seperti Den Baguse Ngarso,” ujarnya. (gun/laz) Editor : Editor Content
#oldies #MBANGUN DESA