Juru bicara pengelolaan vaksin Covid-19 Bantul, Abednego Dani Nugroho menjelaskan, semua warga Bantul dapat mendaftar ke laman ikutvaksin.bantulkab.go.id. Pasien yang teregistrasi akan mendapat penyuntikan di RS atau sentra vaksinasi. “Sudah ready pendataan. Senin kami kickoff, mengundang Bupati dan Wakil Bupati,” bebernya kepada Radar Jogja kemarin (14/1).
Pemkab Bantul menyediakan 1.000 dosis saat kickoff-nya. Tapi menargetkan warga dengan sasaran simultan yang sudah vaksin dosis dua. Maka diperoleh jumlah sekitar 680 ribu orang. “Itu kebutuhan di Bantul. Kalau sudah enam bulan, bisa booster,” sebutnya.
Proses penyuntikan booster rencananya dilakukan selama setahun. Di mana dosis booster diminta berkala ke Pemprov DIJ. Sehingga penyimpanan booster di kabupaten tidak perlu dalam jumlah banyak. “Dosis aman,” klaimnya.
Selanjutnya dikatakan, mengikuti instruksi Kemenkes RI, yang berhak mendapat dosis tiga adalah masyarakat usia 18 tahun ke atas. Kendati beberapa daerah memprioritaskan lansia dan komorbid. “Kalau di DIJ, cakupan vaksin sudah lebih dari 70 persen, maka semua bisa daftar. Meskipun tetap memprioritaskan lansia dan warga dengan komorbit,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih membenarkan, penyuntikan booster akan dilakukan pekan depan. Hal itu bertujuan untuk memberi ketahanan imun yang lebih tinggi pada masyarakat. “Sasarannya, paling rentan lansia dan itu jadi prioritas. Skema seperti biasa. Selain di pusat layanan kesehatan, kami juga menyelenggarakan di tempat yang mudah diakses. Misal JEC, pasar seni, atau balai desa,” tandasnya.
Di Kota Jogja, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, kick off lansia bakal digelar di tiga tempat. Di antaranya Balai Kota Timoho, SLB Negeri Pembina dan Monumen Diponegoro. "Senin besok ada kick off lansia satu hari di tiga tempat," katanya kemarin (14/1).
HP menjelaskan syarat bagi lansia untuk mendapat booster adalah wajib terdaftar di aplikasi PeduliLindungi dan berjarak enam bulan dari vaksinasi dosis kedua. Sejauh ini lansia yang telah terdaftar sebagai penerima booster sekitar 24 ribu orang. "Nanti dapat undangan dari lurah, sedangkan yang lansia komorbid tetapi belum masuk di dosis tiga bisa mendaftar di lurah setempat," ujarnya.
Dalam satu hari pelaksanaan perdana booster di tiga tempat tersebut ditargetkan bisa menyuntik 3.600 penduduk. Rencana, selain sasaran lansia juga ditambah kelompok pelayan publik yang terdaftar pada PeduliLindungi. "Setelah itu, prosesnya kita lanjutkan di Puskesmas, rumah sakit. Nanti kan ada 18 Puskesmas, 11 rumah sakit, dan tiga klinik yang siap melayani booster," jelasnya.
Adapun jenis vaksin yang disiapkan ialah astrazeneca dan pfizer. Namun, pada awal booster tersebut akan menggunakan jenis vaksin astrazeneca, setengah dosis. "Peresediaan vaksin kita sekarang cukup banyak, karena minta backup dari DIJ, untuk booster ini," terangnya.
Diharapkan, para lansia yang sudah menerima undangan untuk mengikuti booster vaksin dari kelurahan. Mereka bisa datang ke lokasi vaksinasi pada Senin mendatang (17/1). Pun tak perlu khawatir, sebab keamanan vaksin booster diklaim terjamin. "Jadi tidak perlu milih-milih vaksin, kemarin lansia pakainya sinovac semua. Sehingga, memungkinkan untuk menerima (jenis vaksin) tiga-tiganya yaitu astra, pfizer, maupun moderna, bisa semua," tambahnya. (fat/wia) Editor : Editor Content