Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masih Ditutup, Wisatawan Nekat Masuk

Editor Content • Selasa, 14 September 2021 | 15:40 WIB
ANTUSIAS: Masyarakat saat mengikuti kegiatan vaksinasi massal di Polsek Pajangan (13/6). Meski jumlah kasus Covid-19 rendah, kegiatan vaksinasi di Bantul masih terus digenjot hingga saat ini.(IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
ANTUSIAS: Masyarakat saat mengikuti kegiatan vaksinasi massal di Polsek Pajangan (13/6). Meski jumlah kasus Covid-19 rendah, kegiatan vaksinasi di Bantul masih terus digenjot hingga saat ini.(IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Adanya aturan penutupan wisata selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak diindahkan segelintir orang. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo mengakui ada destinasi wisata yang yang nekat dikunjungi wisatawan meski ditutup.

 

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan, ada beberapa destinasi wisata yang tetap dikunjungi wisatawan meski telah ada imbauan ditutup. Salah satu yang menjadi jujukan adalah obyek wisata Pantai Glagah saat akhir pekan.Dari hasil pantauan gugus tugas, Fajar mengakui memang ada segelintir wisatawan yang masih nekat berkunjung. "Kami akui ada kebocoran wisatawan ke Kulonprogo, namun hanya dalam skala kecil dan wisatawan lokal," ujar Fajar saat ditemui, kemarin (13/9).

 

Wakil Bupati Kulonprogo itu menyebut, bisa masuknya pengunjung selama PPKM karena diduga wisatawan telah mengetahui akses jalan tikus untuk bisa masuk. Untuk upaya antisipasi wisatawan skala besar, ia mamastikan pihaknya tetap melakukan penegakan aturan yang berlaku. "Sebagai upaya antisipasi mencegah masuknya wisatawan dengan skala besar ke Kulonprogo, kami juga rutin lakukan patroli," imbuh Fajar.

 

Sedang Pemkab Sleman siap menggelar ujicoba pembukaan wisata di obwis Tebing Breksi, Prambanan, Sleman. Ujicoba rencananya hendak di lakukan Kamis (16/9). Dengan kuota pengunjung terbatas maksimal 25 persen.

 

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono mengatakan, ujicoba pembukaan wisata dilakukan setelah mengantongi izin dari Kemenparekraf. "Semua pengunjung yang datang harus sudah wajib vaksin," ungkap Pram sapaannya, kemarin (13/9). Pengunjung harus memiliki sertifikat vaksin yang tertera dalam aplikasi peduliLindungi. Tak kalah penting, setiap pengunjung wajib menjalankan prokes sebagaimana mestinya.

 

Secara fasilitas pengelolaan obwis juga harus terpenuhi. Misalnya saja pengukuran suhu badan dan lainnya. Selain itu obwis harus memiliki QR Code. Untuk mempermudah pendataan sekaligus pengawasan bebas Covid-19 bagi pengunjung. Disebutkan, jumlah total destinasi wisata di bumi sembada ini kurang lebih mencapai 250 obwis. Ada yang dikelola Badan Usaha Milik Kalurahan yang tak lain Tebing Breksi. Kemudian, Destinas wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Negara, Destinasi dikelola Pemkab dan pengelola swasta. Termasuk Desa Wisata.

 

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menambahkan, penunjukan wisata untuk dihgelar ujicoba obwis Tebing Breksi  menggantikan wisata Candi Ratu Boko. Kustini menuturkan, penunjukan tersebut merujuk pada permohonan mengganti objek uji coba wisata yang sebelumnya diajukan Dispar DIJ.  "Wisata Tebing Breksi telah mengantongi sertifikat CHSE dari Kemenparekraf sebagai salah satu syarat uji coba.," bebernya. (inu/mel/pra) Editor : Editor Content
#Covid-19