Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kaji Struktur Kontruksi Fly Over Lempuyangan

Editor Content • Rabu, 26 Mei 2021 | 20:08 WIB
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
 

RADAR JOGJA - Wacana pemberlakuan perlintasan kereta api tidak sebidang Lempuyangan, berdampak terhadap prediksi meningkatnya kapasitas kendaraan yang hendak melewati fly over. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja turut lakukan kajian.

Kepala DPUPKP Kota Jogja Hari Setyawacana mengatakan, semula sudah pernah dilakukan kajian menyusul adanya wacana itu. Meski tidak bisa memastikan hasil kajian tempo lalu, dijadwalkan tidak lama akan melakukan pengecekan kembali berkaitan dengan struktur kontruksi Jembatan Lempuyangan.

“Kemarin kan sudah pernah melakukan kajian, kita akan mencoba lagi. Kajiannya tahun berapa ya, tapi akan kita lihat lagi dari sisi strukturnya,” kata Hari kepada Radar Jogja.

Hari menjelaskan rencana kajian terhadap jembatan akan dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan Kota Jogja. Koordinasi berkaitan dengan manajemen lalu lintasnya. Karena dipastikan akan terdampak beban yang cukup berat, pasca pemberlakuan perlintasan tidak sebidang ke depan.
“Kaitannya dengan manajemen lalu lintas, kita melihat dari sisi kapasitas jembatan itu sendiri mampu berapa. Baru nanti bisa untuk mengurai lalu lintasnya, kita akan cek lagi bersama Dishub,” ujarnya.

Namun terkait usia Jembatan Lempuyangan dan maksimal beban kendaraan yang diizinkan, pihaknya belum dapat memastikan karena tidak memiliki data itu. Pasalnya, saat serah terima jembatan yang dibangun sekitar 1988 atau 1989 oleh pemerintah pusat itu, tidak disertai data konstruksi jembatan.

Meski begitu, DPUPKP tidak tinggal diam. Pihaknya turut melakukan pengecekan kaitannya dengan pemeliharaan jembatan itu sendiri dan rutin. “Kalau pemeliharaan ada, selalu kita cek dari sisi kaitannya dengan tumpuan, letaknya bergeser atau tidak,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan kajian atau studi akademis pernah dilakukan sebelumnya dengan mengatur skenario lalu lintas ketika perlintasan sebidang itu hendak ditutup. Tapi ternyata, yang masih menjadi pekerjaan rumah untuk dikaji selanjutnya adalah aspek sosial masyarakatnya.

Saat ini yang tengah disinergikan kepada lintas stakeholder terkait agar keputusan penutupan perlintasan kereta api sebidang Lempuyangan berjalan harmonis. “Ya, agar semuanya happy lah. Jadi kepentingan-kepentingan itu bisa terwadahi,’ kata Agus. (wia/laz) Editor : Editor Content
#fly over lempuyangan #Jogja