RADAR JOGJA - Bagi pecinta musik di DIJ, terutama mereka yang kerap menyaksikan konser, sosok bernama panggung Alit Jabang Bayi tentu tidak asing lagi. Bisa dikatakan ia adalah salah satu master of ceremony (MC) penguasa panggung musik di Jogjakarta.
HERY KURNIAWAN, Jogja, Radar Jogja
Alit banyak disebut MC segala level konser. Mulai dari acara kecil seperti pentas seni (pensi) sekolah atau kampus hingga gelaran musik level internasional, ada Alit yang membawakan acara itu.
Gayanya dalam membawakan acara konser sangat khas. Audiens konser kebanyakan adalah anak muda. Alit bisa dikatakan sangat cerdas dalam menyesuaikan diri dengan audiens anak muda itu. Ia kerap melawak di sela-sela membawakan acara konser tersebut.
Itu adalah salah satu daya tarik sosok bernama asli Alit Jevi Prabangkoro ini. Lawakan-lawakan yang keluar dari mulutnya sangat bisa membuat penonton lebih sabar untuk menantikan musisi favorit mereka tampil. Pasalnya, dalam setiap konser biasanya proses persiapan alat, atau perpindahan dari satu musisi atau band ke band yang lain, membutuhkan waktu. Di situlah tugas utama Alit.
Alit punya jurus tersendiri dalam membuat candaan yang bisa membuat penonton betah menunggu. Pokoknya, topiknya tidak jauh dari percintaan. “Ya, istilahnya di sesuaikan saja,” katanya.
Pandemi Covid-19 membuat hal-hal di atas belum bisa dilakukan lagi. Konser musik bertransformasi menjadi daring (dalam jaringan). Dengan penonton yang menyaksikan dari rumah masing-masing. Di hadapan gawai mereka.
Alit mengaku sangat merindukan konser musik offline. Salah satu yang ia rindukan dari konser musik offline adalah energi yang ia rasakan ketika berada di hadapan ribuan penonton. “Energinya memang tidak bisa digantikan,” lanjut putera pelawak senior Marwoto Kawer itu.
Lebih dari setahun terakhir, praktis Alit tak bisa merasakan hal itu. Kendati demikian, ia mengaku justru belajar banyak hal. Terutama ketika ia menjadi MC di jenis-jenis acara lain.
Salah satunya adalah selama pandemi ia beberapa kali menjadi MC virtual tour alias berwisata secara virtual di suatu tempat. “Intinya saya terus belajar sih,” tandas Alit. (laz) Editor : Editor Content