Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan, pembongkaran pembatas jalan dimungkinkan tahun ini. Tergantung situasi kondisi keuangan daerah, mengingat saat ini masih fokus untuk penanganan Covid-19, termasuk vaksinasi.
“Itu kan lintas sektoral dan kami sudah sampaikan ke Pak Sekda dan Asisten Perekonomian. Dan, sudah didiskusikan ke lintas OPD terkait,” kata Agus Jumat (12/3).
Ia menjelaskan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) itu seperti Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) berkaitan dengan pembongkaran divider. Maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkaitan pemindahan pohon perindang yang ada.
“Ini juga berkaitan dengan peningkatan jalannya nanti seperti apa. Itu sudah dan sedang kami koordinasi terus, ya as soon as possibel kami lakukan penyesuaian supaya fungsi jalan semakin optimal,” ujarnya.
Adapun penerapan SSA di kawasan Malioboro meliputi Jalan Mayor Suryotomo, Jalan Mataram, Jalan Pasar Kembang, dan Jalan Letjend Suprapto. Di antara jalan itu yang masih terdapat existing divider dan pohon perindang adalah Jalan Mayor Suryotomo dan Jalan Pasar Kembang.
Untuk Jalan Mataram lebih dulu dibongkar jauh sebelum penerapan SSA. Demikian pula pemindahan pohon perindangnya. Tidak dipungkiri kondisi divider membuat pengendara sedikit canggung saat melintas. Meskipun, jalan itu sudah berubah menjadi satu arah.
“Ya, memang (pengendara jadi sedikit canggung, Red) karena masih ada divider. Kemarin kami baru tahapan membongkar di ujung Melia (simpang hotel Melia Purosani) meski juga belum optimal,” jelasnya.
Dikatakan, pembongkaran juga akan dilakukan pada taman segitiga ujung simpang Hotel Melia Purosani. “Ada beberapa yang sudah kami identifikasi, semoga bisa dipercepat untuk optimalisasi jalannya,” tambah Agus. (wia/laz) Editor : Editor Content