Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ratusan Orang Padati Titik Nol, Tolak RUU HIP

Editor News • Minggu, 21 Juni 2020 | 01:50 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Ratusan orang dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam di DIJ melakukan aksi penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di Titik Nol Kilometer Jogja, Sabtu siang (20/6). Mereka menilai RUU HIP mendistorsi makna Pancasila yang tertuang dalam batang tubuh UUD 1945.

Selama aksi berlangsung, polisi mengalihkan arus lalu-lintas dan menutup empat ruas jalan selama aksi berlangsung.

Inisiator aksi yang juga Ketua Presidium Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Syukri Fadholi mengungkapkan, Pancasila merupakan dasar kehidupan bangsa dan negara yang sudah final, tak boleh lagi diotak-atik.

“Kami sudah bicara pada Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), semua sepakat menolak RUU HIP yang dibahas di DPR. Pancasila adalah dasar kehidupan negara dan bangsa. Siapapun yang mencoba mengotak-atik maka tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Selain itu, Syukri menilai pasal-pasal dalam RUU HIP bertentangan dengan UUD 1945 sekaligus berpeluang menumbuhkan paham komunisme dan mereduksi nilai-nilai Pancasila.

“Pada pasal 7, Pancasila juga akan direduksi dijadikan trisila lalu ekasila yang bertentangan dengan dasar negara. Sila pertama bahkan diubah menjadi Ketuhanan yang berkebudayaan. RUU HIP merupakan upaya mengubah dasar negara kita Pancasila. Dari Jogja kami minta agar DPR segera mencabut RUU ini,” beber Syukri.

Aksi massa yang diikuti berbagai ormas Islam dan ormas Pemuda Pancasila ini menyuarakan beberapa tuntutan. Di antaranta meminta DPR menghentikan pembahasan RUU HIP, meminta pembubaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan mengajak umat muslim bersatu melawan komunisme. (sky/tif) Editor : Editor News
#Tolak RUU HIP #syukri fadholi #RUU HIP