Selama aksi berlangsung, polisi mengalihkan arus lalu-lintas dan menutup empat ruas jalan selama aksi berlangsung.
Inisiator aksi yang juga Ketua Presidium Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Syukri Fadholi mengungkapkan, Pancasila merupakan dasar kehidupan bangsa dan negara yang sudah final, tak boleh lagi diotak-atik.
“Kami sudah bicara pada Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), semua sepakat menolak RUU HIP yang dibahas di DPR. Pancasila adalah dasar kehidupan negara dan bangsa. Siapapun yang mencoba mengotak-atik maka tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Selain itu, Syukri menilai pasal-pasal dalam RUU HIP bertentangan dengan UUD 1945 sekaligus berpeluang menumbuhkan paham komunisme dan mereduksi nilai-nilai Pancasila.
“Pada pasal 7, Pancasila juga akan direduksi dijadikan trisila lalu ekasila yang bertentangan dengan dasar negara. Sila pertama bahkan diubah menjadi Ketuhanan yang berkebudayaan. RUU HIP merupakan upaya mengubah dasar negara kita Pancasila. Dari Jogja kami minta agar DPR segera mencabut RUU ini,” beber Syukri.
Aksi massa yang diikuti berbagai ormas Islam dan ormas Pemuda Pancasila ini menyuarakan beberapa tuntutan. Di antaranta meminta DPR menghentikan pembahasan RUU HIP, meminta pembubaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan mengajak umat muslim bersatu melawan komunisme. (sky/tif) Editor : Editor News