Dari pantauan Radar Jogja Minggu (7/6), proses pengerjaan masih dalam tahap penggalian untuk membangun pondasi pagar. Proses penggalian pembangunan pondasi pagar telah dilakukan sejak Jumat (5/6) lalu. Penggalian dimulai dari sisi barat pelataran. Proses penggalian telah memasuki pada sisi selatan pelataran Altar. Tapi di Altar hingga kemarin belum terpasang papan plang proyek.
Salah seorang petugas proyek di lapangan membenarkan bahwa galian tanah adalah untuk membangun pondasi pagar. Akan dibangun pagar yang mengelilingi Altar. "Iya untuk membangun pagar. Ini sampai mengelilingi semua lapangan," kata pria yang enggan namanya dikorankan itu.
Pembangunan pagar di Altar juga diketahui dari surat undangan sosialisasi dari Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Jogja, yang digelar di Aula Kecmatan Kraton Senin (8/6). Dalam surat yang ditandatangani Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Jogja GKR Condrokirono 5 Juni lalu itu, disebutkan dalam rangka pelestarian bangunan cagar budaya Keraton Jogja, serta menjaga bersama dalam pemeliharaan warisan budaya akan dilakukan penataan Altar. Yaitu dengan membangun pagar mengelilingi Altar.
GKR Condrokirono sendiri belum bisa dihubungi untuk memberikan keterangan atas dilaksanakannya proyek tersebut. Puteri kedua Raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono X itu tidak merespon permintaan wawancara yang diajukan.
Sementara itu, salah seorang warga yang biasa beraktivitas di Altar, Tikno mengaku tak keberatan atas keberadaan proyek tersebut. Asalkan tujuannya untuk perawatan dan menjaga keindahan di kawasan Alun-alun utara. "Nggak papa asal tujuannya baik, kalau bagus kan jadi banyak yang datang. Pedagang jadi lebih laku to," kata warga Kadipaten, Kecamatan Kraton itu.
Namun pria 61 tahun itu berharap agar tidak ada pembatasan akses pengunjung yang bisa memasuki kawasan tersebut. Hingga saat ini, dia mengaku belum mengetahui tujuan dari adanya proyek tersebut. "Mau kayak gimana belum tahu. Tapi semoga ya jangan ditutup," pintanya. (tor/pra) Editor : Editor Content