Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasar Demangan dan Kotagede Disterilkan

Editor Content • Jumat, 15 Mei 2020 | 17:16 WIB
WADUL: Puluhan perwakilan pedagang asongan di Candi Borobudur mengeluh kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo soal larangan berjualan di zona 2.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
WADUL: Puluhan perwakilan pedagang asongan di Candi Borobudur mengeluh kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo soal larangan berjualan di zona 2.(Naila Nihayah/Radar Jogja)
RADAR JOGJA– Munculnya klaster Indogrosir menjadi perhatian Pemkot Jogja. Kerumunan di pusat perbelanjaan dan pasar menjadi perhatian. Selain memastikan penerapan protokol kesehatan di sana, streilisasi juga menjadi salah satu antisipasi.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) menyebut, klaster Indogrosir jika nantinya belum juga terkendali, dia akan mengundang para pemilik atau manager dari supermarket atau mall di Kota Jogja untuk lebih menegakkan protokol Covid-19 dengan lebih baik. "Agar tidak lagi kecolongan," jelasnya Kamis (14/5).

Mantan wartawan itu kembali mengimbau masyarakat tetap di rumah saja. Pemkot Jogja juga sudah melakukan upaya untuk aktivitas belanja melalui daring. Untuk itu sudah bekerja sama dengan beberapa pasar dan menyiapkan pasar daring juga. “Itu untuk memperkecil potensi interaksi antarorang di tempat-tempat umum," tuturnya.

Sementara itu Dinas Perindustrian dan Perdaganagn (Disperindag) Kota Jogja menambah pasar tradisional untuk dijadwalkan libur. Sebelumnya adalah pasar Kotagede yang sudah kedua kali libur, saat ini penambahan pasar tradisional Demangan. Dua pasar ini akan dilakukan penyemprotan desinfektan untuk optimalisasi sterilisasi pasar. "Ya kami tambah pasar Demangan yang libur perdana hari ini (15/5). Pasar Kotagede sudah ketiga kalinya ini," kata Kepala Disperindag Kota Jogja Yunianto Dwi Sutono.

Pilihan Pasar Demangan selain karena atas kesepakatan paguyuban pedagang juga pasar tersebut menjadi sasaran karena keberadaan pedagang termasuk yang padat. Terlebih keberadaan pasar Demangan yang berbatasan dengan Sleman. Apalagi setelah munculnya klaster Indogrosir sebagai salah satu dasar penyemprotan dilakukan di pasar Demangan. "Ini salah satu untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di lingkungan pasar," sambung mantan Kepala Taman Pintar itu.

Meski pasar libur, namun dia tetap masih memberikan dispensasi keringanan retribusi pasar. Retribusi keringanan sebelumnya diberikan sampai batas bulan Mei. Dan akan dilihat serta evaluasi ketika memungkinkan untuk perpanjangan tergantung dari penetapan masa tanggap darurat covid-19. "Nanti kami lihat, artinya kalau cuma libur satu hari dampaknya akan kita pikirkan juga," imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Pasar Demangan, Jawadi mengatakan semua pedagang pada dasarnya menyetujui adanya libur tersebut karena optimalisasi sterilisasi pasar. "Semua pedagang setuju, karena demi keamanan bersama," katanya.

Sebelumnya, penyampaian sosialisasi telah dilakukan kepada sebanyak 704 pedagang di sana. Dengan cara komunikatif face to face, menempel selebaran, pemberitahuan melalui radio pasar, maupun lewat WhatsApp group pedagang. "Selama pandemi ini ada penurunan omset sekitar 30 persen. Tapi untuk omset tidak jadi masalah pedagang real kehilangan omset sehari demi keamanan bersama," tuturnya. (cr1/wia/pra) Editor : Editor Content
#hp #Pasar Demangan #Klaster Indogrosir #Disperindag #Jogja