JOGJA- Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat ada sekitar 1.374 titik lokasi yang sudah melaksanakan salat Idul Fitri.
Terbanyak ada di Gunungkidul sejumlah 378 titik.
"Kabupten Kulonprogo 181 titik, Kabupaten Sleman 303 titik, Jogja 236 titik, dan Bantul 276 titik," ujar Wakil Ketua PWM DIY Yayan Suryana saat dikonfirmasi, Jumat (20/3/2026).
Muhammadiyah mengistruksikan agar jemaah melakukan salat Id di ruang terbuka atau di lapangan.
Itu menjadi salah satu tujuan untuk syiar.
Maka dari itu, seluruh panitia diminta untuk memperhatikan kondisi lingkungan, khususnya terkait dengan potensi sampah.
"Soal kebersihan, sejak kemarin dan saat pelaksanaannya kami menginstruksikan terkait agar jamaah tidak meninggalkan sampah di lapangan," bebernya.
Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah terhadap alam dan lingkungan.
Bukan sekadar mengutamakan dimesi spiritual semata.
"Komitmen Muhammadiyah DIJ adalah mewujudkan "Shalat Ied Minim Sampah" (Zero Waste Ied) sebagai bentuk dakwah lingkungan (ekoteologi) agar ibadah lebih khusyuk, bermakna, dan diridhoi Allah SwT," jelasnya.
Instruksi tersebut juga dilaksanakan oleh panitia salat Idul Fitri di Madurejo, Prambanan, Sleman. Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Madurejo Hery Kurniawan Akhmad Ikhsan mengatakan jemaah di daerahnya rutin mengadakan salat Id di lapangan.
Lokasi yang digunakan mereka merupakan lapangan Krido Bantolo, bekas tempat berlatihnya tim sepakbola PSS Sleman.
"Kami siapkan panitia, begitu selesai acara kami sweeping sampah itu dan dikumpulkan," ujarnya.
Total ada sebanyak 3.023 jemaah yang hadir menyemarakkan salat Id di lapangan tersebut. Mereka semua diminta untuk membuang sampah pada tempatnya dan jangan sampai meninggalkan sampah.
"UMKM yang berjualan di sekitar lapangan juga kami minta agar mengkondisikan sampahnya," jelasnya. (oso)
Editor : Meitika Candra Lantiva