Hal-hal tersebut diperlukan untuk mencegah dan mengurangi efek yang tidak diinginkan, seperti trauma pada anak dan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI). KIPI umumnya ringan dan tidak terjadi pada individu yang sehat serta tidak memiliki factor risiko atau kontraindikasi terhadap agen maupun zat dalam vaksin. Sebab itu informasi orangtua tentang kondisi anak harus diberikan dengan lengkap dan sebenarnya kepada pihak sekolah maupun petugas kesehatan.
Banyak informasi yang salah dan simpang siur yang beredar di masyarakat berkaitan denga nimunisasi, vaksin, manfaat imunisasi maupun KIPI. Selayaknya setiap orang meminta informasi yang benar dan terpercaya dari penyelenggara imunisasi.Karena kemanfaatan imunisasi lebih besar, terutama berkaitan dengan hak anak terhadap kesehatan. Peran orang tua, sekolah dan perangkatnya serta petugas pelayanan kesehatan sangat diperlukan dalam menyukseskan BIAS. Keberhasilan BIAS akan mendukung peningkatan derajat kesehatan komunitas/masyarakat dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia(IPM) Indonesia. (*/mg1) Editor : Editor News