JOGJA - Pengusulan Sultan Hamengkubuwono (HB) II sebagai pahlawan nasional mulai memasuki tahap krusial.
Dalam waktu dekat ini, bakal diselenggarakan seminar nasional untuk merampungkan naskah akademik.
Perwakilan Trah Sultan HB II Fajar Bagoes Poetranto mengatakan, naskah akademik merupakan syarat administrasi terakhir pengajuan gelar pahlawan nasional ke Kementerian Sosial.
Seminar diselenggarakan oleh Yayasan Vasiati Socaning Lokika.
Fajar menyatakan, bahwa seminar akan dipusatkan di Jakarta dan dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Sultan HB X dan Prabowo Subianto sebagai pembicara.
Presiden RI saat ini, diketahui memiliki kedekatan historis secara personal karena merupakan keturunan Sultan HB II.
“Kehadiran orang nomor satu di Indonesia dan Sultan HB X akan menjadi momentum emas,” ujar Fajar dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, dalam seminar yang akan bertajuk Jejak Kepahlawanan Sultan HB II itu akan membedah konsistensi HB II dalam menentang kolonialisme.
Sekaligus melihat pengorbanan tokoh bernama asli Raden Mas Sundoro itu dalam peristiwa Geger Sepehi di tahun 1812.
Fajar optimistis, dengan dukungan tokoh-tokoh penting seperti Sultan HB X dan Prabowo Subianto dan naskah akademik yang kuat.
Tidak menutup kemungkinan gelar pahlawan nasional bagi HB II bisa disematkan tahun ini.
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Pun Sultan HB II Sundoro tercatat dalam sejarah sebagai raja Jawa yang paling keras kepala dan konsisten menentang campur tangan kolonial.
Baik Belanda maupun Inggris. Kemudian juga pernah diasingkan ke Ambon berkali-kali karena dedikasinya menjaga kedaulatan tanah Jawa.
“Kami menargetkan tahun 2026 ini gelar pahlawan nasional sudah bisa disematkan,” tandas Fajar. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin