JOGJA – Musim hujan masih menguasai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, serta sambaran petir pada periode 11 hingga 12 Maret 2026. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari risiko banjir dan longsor.
Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih berada dalam fase musim hujan. Berdasarkan prospek cuaca dua harian dari BMKG yang disebarkan melalui akun Instagram resmi @stageofsleman, periode 11 s.d. 12 Maret 2026 berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat yang disertai angin kencang dan kilat/petir di sejumlah daerah di Jogja.
"Informasi Prospek Cuaca 03 Harian Wilayah D.I. Yogyakarta Periode: 11-12 Maret 2026" menjadi perhatian utama masyarakat. BMKG mengingatkan bahwa kondisi ini masih dalam musim hujan, sehingga masyarakat perlu terus waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.
Beberapa imbauan penting yang disampaikan antara lain:
- Selalu sediakan payung dan jas hujan saat beraktivitas di luar ruangan.
- Pantau terus prakiraan cuaca terkini melalui aplikasi BMKG atau kanal resmi.
- Segera bersihkan saluran air di sekitar rumah dan lingkungan, pastikan tidak ada penyumbatan yang bisa memicu genangan atau banjir.
- Tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, serta sambaran petir yang dapat membahayakan keselamatan.
Hingga saat ini, belum ada laporan kejadian signifikan akibat cuaca ekstrem di wilayah Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, maupun Kota Yogyakarta pada awal periode tersebut. Namun, warga di daerah rawan banjir seperti pesisir selatan Gunungkidul dan daerah aliran sungai di Sleman diimbau lebih berhati-hati.
Kepala BMKG DIY (atau stasiun terkait) kerap mengeluarkan peringatan dini semacam ini untuk mengantisipasi dampak hidrometeorologi di musim pancaroba. Masyarakat juga dapat mengakses informasi langsung melalui situs resmi bmkg.go.id atau akun media sosial BMKG wilayah setempat. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin