JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengklaim ketersediaan bahan pokok aman hingga beberapa bulan kedepan. Sehingga masyarakat pun diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying di momen menjelang lebaran.
Kepala Dinas Pertama dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sukidi mengatakan, cadangan beras hingga saat ini mencapai 780,8 ton. Jumlah itu disebutnya mampu mencukupi kebutuhan pangan hingga 1,4 bulan kedepan.
Sebab rata-rata konsumsi beras masyarakat Kota Jogja mencapai 1.900 tom per minggu. Sementara pasokannya 2.770 ton per minggu. Alhasil, ada surplus sebanyak 870 ton setiap minggunya yanb dialokasikan untuk cadangan.
Selain beras, untuk komoditas telur ayam juga mencatat surplus hingga 129,6 ton atau mampu mencukupi kebutuhan pangan hingga 1,2 bulan. Kemudian daging ayam mampu mencukupi kebutuhan pangan dengan periode yang sama karena surplus hingga 108,3 ton.
Sementara komoditas lain seperti minyak goreng surplus sebesar 111,52 ton dengan ketahanan sekitar 1,6 bulan. Lalu gula pasir surplus 84,33 ton dengan ketahanan sekitar 2,3 bulan.
“Stok pangan di Kota Jogja dalam kondisi cukup bahkan surplus,” ujar Sukidi di Balai Kota Jogja, Selasa (10/3/2026).
Mantan Sekretaris DPP Kota Jogja itu menyampaikan bahwa cadangan bahan pangan itu didapatkan dari berbagai jalur distribusi. Mulai pasokan dari distributor, pedagang pasar tradisional, hingga toko-toko modern.
Menurutnya, kelangkaan hanya terjadi pada komoditas sayuran seperti cabai rawit merah. Hal tersebut disebabkan karena pengaruh cuaca. Terutama musim hujan yang berdampak pada menurunnya hasil panen dari daerah penghasil komoditas.
Diakui Sukidi, menipisnya ketersediaan cabai rawit merah memang berdampak pada peningkatan harga di pasaran. Meski begitu, dia mengklaim ketersediaannya tetap aman. Bahkan cukup hingga lebaran.
“Stok relatif aman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani meminta agar masyarakat tidak perlu melakukan pembelian komoditas pokok secara berlebihan atau panic buying. Sebab tren kenaikan harga masih relatif terkendali dan stoknya aman.
Guna menekan kenaikan harga diluar batas kewajaran, menurutnya pemkot juga telah menyediakan akses pembelian bahan pokok dengan harga terjangkau. Misalnya melalui operasi pasar murah di 14 kemantren, Warung Mrantasi, dan kios Segoro Amarto.
“Untuk Kios Segoro Amarto tersedia di empat pasar tradisional. Meliputi Pasar Beringharjo, Pasar Sentul, Pasar Prawirotaman, dan Pasar Kranggan,” ungkap Vero. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin