Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada Cuaca Ekstrem, DIY Kini Dikepung Tiga Bibit Siklon

Iwan Nurwanto • Jumat, 6 Maret 2026 | 21:00 WIB

 

Pejalan kaki menggunakan payung saat hujan mengguyur kawasan Jalan Suryotomo, Kota Jogja, Rabu (4/2/2026).
Pejalan kaki menggunakan payung saat hujan mengguyur kawasan Jalan Suryotomo, Kota Jogja, Rabu (4/2/2026).
  

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta meminta masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Sebab kini ada tiga siklon yang mengepung wilayah DIY.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Sandy Purba Almubarak mengatakan, aktivitas siklonik yang terdeteksi berupa bibit siklon 90S dan 93S di perairan Samudera Hindia sebelah barat Australia. Kemudian juga bibit siklon 92P yang berada di perairan Teluk Carpentaria.

Menurutnya, aktivitas tiga bibit siklon itu dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian besar Pulau Jawa termasuk DIY. Sehingga berpotensi meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang,” pesan Sandy dalam keterangannya Jumat (6/3).

Selain karena dipengaruhi aktivitas siklonik, potensi hujan di wilayah DIY juga didukung suhu muka laut yang relatif hangat dalam skala harian maupun mingguan. Berkisar antara 26-30 derajat celcius. 

Kemudian profil vertikal kelembapan udara terkini wilayah DIY sebesar 60-95 persen. Sehingga cukup mempengaruhi peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY. “Kondisi tersebut mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer,” jelas Sandy. 

Sementara itu,  Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Petrus Singgih Purnomo mengungkapkan, selama musim penghujan pihaknya mencatat banyak pohon tumbang. Sehingga masyarakat diimbau melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kerugian materi maupun korban jiwa.

“Kurangi atau pangkas sebagian pohon yang rimbun dan lapuk untuk mengurangi risiko pohon tumbang, terutama saat puncak musim hujan,” pesannya. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#bmkg yogyakarta #Yogyakarta #DIY #bibit siklon #BMKG #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika