JOGJA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jogja telah mematok target penghimpunan zakat fitrah pada bulan Ramadan tahun ini.
Nilainya sekitar Rp 150 juta atau sebanyak 2.000 paket zakat.
Pelaksana Bidang II Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Jogja Kengy Gilang Ramadhan mengatakan, target tersebut tidak berbeda dengan capaian di tahun sebelumnya.
Kendati begitu, dia berharap di bulan Ramadan tahun ini bisa melampaui target yang ditentukan.
“Meskipun secara angka fluktuatif hampir sama dengan tahun lalu, kami optimistis perolehan tahun ini bisa lebih tinggi,” ujar Kengy di Balai Kota Jogja, Senin (23/2/2026)
Menurutnya, Baznas Kota Jogja juga sudah menyiapkan berbagai program agar serapan zakat fitrah bisa maksimal.
Baca Juga: Pengendara Motor Keluhkan Jalan Kusumanegara Bergelombang, Ini Tanggapan Pemkot Jogja
Misalnya dengan peningkatan sosialisasi terkait dengan kewajiban zakat melalui platform media sosial.
Selain itu, pihaknya juga memiliki inovasi berupa kantor digital. Lewat layanan tersebut pembayar zakat atau muzakki bisa memberikan zakatnya secara online melalui website resmi dari Baznas Kota Jogja.
Adapun zakat yang bisa dilayani lewat kantor digital meliputi zakat fitrah, zakat maal, dan zakat penghasilan.
Baca Juga: Sekprov DIY Ingatkan, MBG Ramadan Jangan Sekadar Gugurkan Kewajiban tapi Juga Harus Penuhi Aspek Ini
Untuk zakat fitrah nominalnya Rp 40 ribu per jiwa. Sementara zakat maal dan penghasilan sebesar Rp 10 ribu.
“Dengan sistem ini, masyarakat dari luar kota hingga luar negeri bisa membayar zakat dengan mudah dari lokasi masing-masing melalui landing page yang kami sediakan," jelasnya.
Kengy menyampaikan bahwa Baznas Kota Jogja juga telah menyiapkan serangkaian program pendayagunaan zakat selama bulan ramadan.
Baca Juga: Gustavo Tocantins Sebut PSS Sleman Sudah Punya Karakter Permainan; Tujuh Laga Sisa Final untuk Kami
Salah satu program unggulannya adalah Gerai Z-Iftar yang berupa pemberdayaan UMKM untuk menyediakan paket takjil bagi jamaah masjid.
Kegiatan pendistribusian juga bakal dilakukan pada acara pekan zakat panutan yang dilaksanakan pada Nuzulul Qur’an di tanggal 17 Ramadan mendatang.
Pada momen tersebut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis bagi para pihak yang bisa menerima.
“Misalnya bantuan bagi para marbot masjid, guru ngaji, hingga beasiswa bagi kader hafiz dan kader remaja masjid,” tandasnya.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa program Z-Iftar merupakan salah satu langkah konkret bagaimana masjid berperan untuk kesejahteraan masyarakat.
Sebab pengusaha-pengusaha kecil dapat terangkat ekonominya lewat permodalan untuk hidangan takjil.
Adapun program Gerai Z-Iftar dilaksanakan di Masjid Pangeran Diponegoro Balaikota Jogja.
Setiap hari selama bulan ramadan ini pelaku UMKM digandeng untuk menyediakan 1.000 porsi takjil.
“Dulu sering diproduksi sendiri oleh masjid, sekarang diproduksi warga sekitar. Artinya masjid memakmurkan masyarakat,” jelas Hasto. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita