Okupansi Hotel DIY Pada Libur Panjang Imlek Menurun Dibanding Tahun Lalu, Siapkan Paket Iftar Edisi Ramadan untuk Tutup Pendapatan
Agung Dwi Prakoso• Selasa, 17 Februari 2026 | 11:17 WIB
Ilustrasi hotel di Kota Jogja. (Dok Radar Jogja)
JOGJA- Walapun meningkat dibandingkan hari biasa, jumlah okupansi hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada libur panjang Imlek tahun ini menurun dari tahun sebelumnya.
Sejumlah strategi tengah disiapkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY untuk menyambut bulan puasa sekaligus menutup pendapatan yang turun saat Imlek.
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan jumlah okupansi hotel di seluruh DIY selama libur Imlek hanya sekitar 60 persen.
Seperti biasanya, properti hotel yang berlokasi di Kota Jogja khususnya Malioboro bisa menyentuh angka 80 persen.
"Tapi kalau di rata-rata seluruh DIY 60 persen itu data sementaranya," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2026).
Dibandingkan liburan Imlek tahun lalu, ada penurunan sekitar 10 hingga 15 persen.
Salah satu faktor penyebab penurunan tersebut yakni tanggal Imlek yang berdekatan dengan awal Ramadan. Selain itu, cuaca di DIY belakangan ini masih tidak menentu.
"Daya beli masyarakat juga turun," bebernya.
Libur panjang menjelang Imlek, lanjutnya, memang mempengaruhi jumlah okupansi hotel, namun tidak signifikan.