Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Resah Kejahatan Jalanan Marak Lagi, AMY Desak Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Penjaga Keamanan Jogja

Heru Pratomo • Rabu, 11 Februari 2026 | 20:20 WIB

 

 

Diskusi Publik AMY: Menakar Peran Mahasiswa dalam Stabilitas Kamtibmas Yogyakarta
Diskusi Publik AMY: Menakar Peran Mahasiswa dalam Stabilitas Kamtibmas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Maraknya aksi kejahatan jalanan, penjambretan, hingga isu intoleransi yang belakangan viral di media sosial memicu keresahan mendalam di kalangan mahasiswa Yogyakarta.

Menyikapi situasi yang dinilai mengganggu stabilitas tersebut, Aliansi Mahasiswa Yogyakarta (AMY) menggelar diskusi publik bertajuk “Peran Mahasiswa Dalam Mewujudkan Kondusifitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat” di Taman Langit Resto, Rabu (11/2/2026).

Koordinator Umum (Kordum) AMY, Syafaat Taslim, mengungkapkan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari warga Jogja merasa keamanan ruang publik kini tengah dipertaruhkan.

Baca Juga: Dinsos Bantul Catat 2.140 Kartu Keluarga Lakukan Reaktivasi BPJS PBI APBN ke PBI APBD

Ia menyoroti fenomena kejahatan jalanan yang tak kunjung usai dan meresahkan civitas akademika.

“Aksi kejahatan jalanan dan penjambretan sampai saat ini masih marak berlangsung di Yogyakarta. Ditambah lagi, aksi intoleransi juga kembali terjadi dan viral di media sosial. Ini jelas mengganggu stabilitas Kamtibmas dan kenyamanan kita semua,” ujar Syafaat Taslim di hadapan para aktivis kampus.

 

Melihat perkembangan situasi yang dapat mengganggu stabilitas nasional, Syafaat menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh tinggal diam. Menurutnya, gerakan mahasiswa harus bertransformasi dari sekadar pengkritik menjadi mitra strategis pemerintah dan Polri.

Baca Juga: Obati Rindu Kuliner Magelang, Presiden ke-6 SBY Nikmati Kupat Tahu Pojok, Favoritnya Pakai Telur Dadar dan Kerupuk

"Mahasiswa sebagai garda terdepan bangsa wajib memberi kontribusi nyata dalam membantu pemerintah dan Polri mewujudkan stabilitas keamanan, terlebih menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri yang biasanya rawan eskalasi kejahatan," ungkapnya.

 

Selain isu keamanan fisik, diskusi ini juga menyoroti keresahan mahasiswa terkait produk hukum terbaru seperti pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru. Syafaat mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk tetap kritis namun tetap dalam koridor intelektual.

"Kita harus lebih mengutamakan kajian-kajian akademik dalam menyikapi kebijakan pemerintah terkait KUHP dan KUHAP baru. Peran aktif kita adalah memutus rantai radikalisme dan mencegah penyebaran paham yang mengarah pada intoleransi melalui sinergi masif dengan Polri," imbuhnya.

Baca Juga: Lagi, Beringin Tumbang Timpa Mobil Pasangan Prewedding: Pohon di Masjid Gedhe Mataram Kotagede Kondisinya Sudah Rawan, Kerugian Capai Rp 35 Juta

AMY secara tegas menyatakan dukungannya kepada pihak kepolisian untuk menindak tanpa pandang bulu para pelaku kejahatan di wilayah Yogyakarta. Keresahan mahasiswa diharapkan bermuara pada aksi kolektif untuk menjaga branding Jogja sebagai kota yang aman dan nyaman.

"Kami menghimbau kawan-kawan aktivis agar ikut berperan aktif menciptakan kondusifitas di lingkup kampus masing-masing. Mari bahu-membahu bersama pemerintah dan Polri guna mewujudkan stabilitas negara di berbagai bidang," pungkas Syafaat.

Acara yang diinisiasi oleh AMY ini dihadiri oleh berbagai perwakilan stakeholder mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta, yang bersepakat untuk mempererat sinergi demi menjaga "kenyamanan" rumah kedua mereka, yakni Yogyakarta.

Editor : Heru Pratomo
#Mahasiswa #Viral #diskusi publik #polri #AMY #Kejahatan Jalanan #jambret