Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mahasiswa Jogja Tabrak Jambret Diapresiasi Polisi, Evi Adi’da Agustin Diganjar Piagam Penghargaan

Iwan Nurwanto • Rabu, 11 Februari 2026 | 13:18 WIB


APRESIASI: Evi Adi’da Agustin,20 saat mendapatkan piagam penghargaan dari Polresta Jogja pada Rabu (11/2/2026) atas keberaniannya menabrak penjambret.
APRESIASI: Evi Adi’da Agustin,20 saat mendapatkan piagam penghargaan dari Polresta Jogja pada Rabu (11/2/2026) atas keberaniannya menabrak penjambret.

Rasa Takut Tidak Muncul, Spontan Selamatkan Barang Berharga

JOGJA - Langkah berani Evi Adi’da Agustin menabrakkan sepeda motornya ke arah jambret berbuah manis.

Tidak dijadikan tersangka seperti Hogi Minaya, mahasiswi kampus swasta di Jogja ini mendapat apresiasi karena dinilai membantu kepolisian.

Raut wajah Evi tampak bahagia saat mendapatkan piagam dan penghargaan di Polresta Jogja Rabu (11/2/2026). Dia tidak menyangka mendapatkan hal tersebut.

Lantaran tujuannya saat itu hanya menyelamatkan barang berharganya.

Perempuan 20 tahun ini merupakan korban penjambretan di Jalan Menteri Supeno, Umbulharjo, Kota Jogja pada Senin (9/12/2026).

Handphone yang ditempatkan pada dashboard sepeda motor sebelah kiri dijambret oleh W sekitar pukul 17.00.

Kala itu, Evi langsung mengejar penjambret sambil berteriak maling.

Kemudian nekat memepet sepeda motor penjambret kala aksi kejar-kejaran berlangsung di Jalan Pakel Baru Selatan, Umbulharjo.

Penjambret pun roboh dan berhasil diamankan warga serta aparat kepolisian.

Dia mengaku spontan saat mengejar dan menabrakkan kendaraanya.

Alasannya sederhana, karena ingin menyelamatkan barang berharganya sendiri.

“Spontan aja sih, karena barang pribadi saya dicuri,” ujar Evi seusai menerima penghargaan.

Evi menyampaikan, saat itu tidak ada rasa takut di benaknya.

Pikirannya hanya ingin mengambil kembali telepon genggamnya.

Lantaran gadget Tecno miliknya berisi tugas-tugas kuliah.

Serta merupakan telepon genggam satu-satunya yang dimiliki.

Perempuan kelahiran Kendal, Jawa Tengah ini mengaku sempat khawatir usai ramai pemberitaan tentang dirinya.

Apalagi banyak komentar di media sosial yang mengaitkan tentang kasus Hogi Minaya beberapa waktu lalu.

“Setelah berita ini menyebar luas, banyak komentar yang masuk membuat saya jadi agak overthinking,” bebernya.

Namun berkat ditenangkan oleh keluarga, Evi menjadi lebih tenang dan tidak menganggap opini yang berkembang.

Setelah kejadian ini, dia berpesan agar masyarakat untuk selalu menjaga barang bawaannya.

Serta tidak perlu takut membela diri dari kejahatan selama benar. 

“Kita harus bisa menjadi polisi bagi diri kita sendiri,” sambungnya.

Sementara itu, Kapolresta Jogja Kombes Pol Eva Guna Pandia menyampaikan apresiasi diberikan kepada empat orang.

Selain Evi, ada Ayundani yang merupakan teman kuliah korban penjambretan.

Lalu ada warga Umbulharjo bernama Pandi dan Handoko yang membantu penangkapan penjambret.

Pandia menyatakan, apresiasi diberikan karena polisi merasa terbantu.

Sekaligus bentuk penghargaan atas inisiatif masyarakat untuk melawan kejahatan.

Perwira polisi dengan tiga bunga melati emas di pundak itu juga memastikan akan menolak laporan penjambret jika melakukan pelaporan balik.

“Kalau masyarakat membantu kepolisian kami sangat apresiasi. Dan itu yang kami harapkan,” tegas Pandia. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#berita jogja hari ini #jambret Jogja #jambret di Jogja #piagam penghargaan #diapresiasi polisi #polresta yogyakarta #Polresta Jogja #mahasiswi tabrak jambret #umbulharjo #Kejahatan Jalanan