JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengingatkan potensi gelombang tinggi. Sebab pada pekan ini tinggi gelombang laut diprediksi mencapai 2,5 meter.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, aktivitas gelombang laut dipengaruhi adanya pertemuan angin (konvergensi) di perairan selatan Jawa. Sehingga menyebabkan pengumpulan massa udara.
Warjono menyebut, akibat kondisi itu tinggi gelombang laut dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Meski masuk kategori sedang, dia mengingatkan potensi bahaya bagi kapal nelayan jika kecepatan angin mencapai 15 knot. Serta berbahaya untuk kapal tongkang jika mencapai 16 knot.
“Konvergensi juga mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah selatan Jawa, termasuk DIY,” kata Warjono dalam keterangannya Minggu (8/2).
Dia meminta agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Terkhusus hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di seluruh kabupaten/kota di DIY.
Warjono pun menyampaikan, bahwa di bulan Februari ini merupakan puncak musim penghujan. Sehingga meskipun cuaca terlihat cerah tetap ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. “Suhu muka laut terpantau hangat dengan kelembapan udara tinggi, sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan,” bebernya.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto menyampaikan, ada potensi luapan sungai di puncak musim penghujan. Oleh karena itu pihaknya meningkatkan intensitas pemantauan aliran sungai.
Darmanto mengaku, debit air sungai dipantau secara real time menggunakan telemetri. Alat tersebut dipasang di Sungai Gajah Wong, Sungai Code, Sungai Winongo, serta Sungai Ngentak di Kabupaten Sleman. “Kami lakukan pemantauan karena hujan masih sering turun dan debit air bersifat fluktuatif,” katanya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita