SLEMAN – Layanan Trans Jogja Jalur 14 rute Adisutjipto – Pakem kembali menjadi sorotan publik setelah keluhan warga pengguna angkutan massal ini kembali viral di media sosial X.
Masyarakat mengeluhkan waktu tunggu bus yang mencapai lebih dari 1,5 jam, jadwal keberangkatan yang tidak fleksibel, penumpukan penumpang di halte, hingga kondisi armada yang semakin menurun.
Akun X @merapi_uncover pada Kamis (5/2/2026) memposting keluhan tersebut lengkap dengan tangkapan layar pengaduan warga.
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa armada bus di jalur tersebut mengalami pengurangan signifikan dari semula empat unit menjadi hanya dua unit sejak akhir 2025.
Akibatnya, frekuensi layanan menurun drastis dan interval antarbus mencapai 1,5 jam atau lebih.
“Kami harapkan adanya peran aktif @kabarsleman @perhubungansleman dan
@dishubdiy dalam menyelesaikan permasalahan pada jalur 14 Trans Jogja (Adisutjipto – Pakem) ini. Semoga ada solusi yang diberikan atas permasalahan ini,” tulis akun tersebut.
Beberapa netizen yang merespons unggahan serupa juga mengaku mengalami hal yang sama.
Ada yang menunggu hingga 1,5 jam di halte tertentu, bahkan pernah mengalami bus melintas tanpa berhenti atau mengambil jalur alternatif yang tidak sesuai jadwal.
Dishub DIY sebelumnya telah memberikan keterangan terkait isu serupa.
Jalur 14 ini termasuk rute yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dalam masa transisi pasca pengelolaan oleh operator Teman Bus.
Koordinasi untuk kebutuhan transportasi pelajar telah dilakukan, namun hingga kini belum ada informasi resmi terkait jadwal penambahan armada atau perbaikan layanan secara spesifik.
Jalur 14 Trans Jogja menjadi salah satu koridor penting yang menghubungkan kawasan Bandara Adisutjipto dengan wilayah utara Sleman seperti Pakem, kawasan wisata Kaliurang, dan sekitarnya.
Rute ini banyak dimanfaatkan oleh pelajar, pekerja harian, serta wisatawan lokal dan domestik.
Pengguna layanan berharap Dinas Perhubungan DIY bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman segera melakukan evaluasi dan penambahan armada agar layanan kembali normal.
Beberapa warga bahkan menyarankan agar rute ini dikembalikan ke pengelolaan sebelumnya atau dialihkan sebagian armada dari koridor lain yang dinilai kurang padat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi terbaru dari Pemkab Sleman maupun Dishub DIY terkait keluhan terbaru ini.
Radar Jogja akan terus memantau perkembangan isu Trans Jogja Jalur 14 untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat Jogja dan Sleman. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin