JOGJA - Keran air siap minum yang sudah tersedia di kawasan Malioboro ternyata tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Dinas Kebudayaan Kota Jogja mengakui ada sebagian pengunjung yang menggunakan fasilitas tersebut untuk cuci tangan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja Fitria Dyah Anggraeni mengatakan, permasalahan tersebut memang tidak mudah diurai.
Sebab meskipun sudah ada upaya edukasi tetap ada sebagian pengunjung yang kurang paham.
“Agak susah memang mengedukasi, karena begitu banyak karakter masyarakat,” ujar Fitria saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Kamis (5/2/2026).
Pejabat yang akrab disapa Anggi itu mengaku sudah berupaya agar fungsi keran air siap minum di Malioboro sesuai jalurnya.
Contohnya dengan memaksimalkan peran Jogomaton untuk menegur pengunjung apabila menggunakan fasilitas tersebut tidak sebagaimana fungsinya.
Seperti digunakan cuci tangan.
Menurutnya, Jogomaton juga sudah dioptimalkan ketugasannya untuk menjaga ketertiban di Malioboro.
Tidak terkecuali membantu tugas Satpol PP Kota Jogja menghalau aktivitas pedagang kaki lima di area pedestrian.
“Petugas layanan informasi kami juga selalu menginformasikan kepada pengunjung supaya bisa menggunakan fasilitas keran air minum dengan benar,” imbuh Anggi.
Anggi membeberkan, bahwa saat ini sudah ada lima titik keran air siap minum yang tersedia di kawasan Malioboro.
Titiknya berada di depan Hotel Grand Inna Malioboro, depan Jogja Library Center, depan pintu barat Kepatihan, depan Gedung Agung, serta di depan Benteng Vredeburg.
Dia menyatakan, fasilitas tersebut kembali disediakan setelah cukup lama dinonaktifkan karena kerap mengalami kerusakan.
Kehadiran keran air siap minum diharapkan dapat mendukung kawasan pedestrian. Sekaligus mengurangi penggunaan botol plastik.
“Kami berharap pengunjung bisa merawat fasilitas tersebut,” sambung Anggi.
Direktur Utama Perumda PDAM Tirtamarta Yogyakarta Dani Darmawan menyampaikan fasilitas keran air siap minum bisa dimanfaatkan gratis oleh pengunjung.
Air minum di fasilitas tersebut sudah dilengkapi dengan sistem penyaringan berlapis serta teknologi sinar ultraviolet.
Sehingga sangat aman dikonsumsi langsung karena bebas dari bakteri.
“Perawatan kami lakukan secara rutin, minimal seminggu dua kali. Ini penting agar kualitas air tetap terjaga dan alat berfungsi dengan baik,” jelas Dani. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin