JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta kembali mendeteksi aktivitas Siklon 91S.
Fenomena alam itu memungkinkan adanya hujan lebat hingga akhir bulan ini di wilayah DIY.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, Siklon Tropis 91S terpantau di Barat Australia.
Kondisi tersebut berdampak pada pola siklonik di Samudera Hindia Utara Australia.
Lalu memengaruhi pembentukan pola angin di sebagian besar wilayah Jawa termasuk DIY.
Warjono menjelaskan, aktivitas siklon tersebut juga memungkinkan peningkatan intensitas hujan. Bahkan kemungkinan dapat berlangsung hingga mendekati akhir Januari.
“Ada potensi hujan sedang hingga lebat di Kota Jogja, Bantul, Sleman, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul,” ujar Warjono saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, peningkatan intensitas hujan juga dipengaruhi suhu muka laut yang berkisar 28 hingga 30 derajat celcius.
Suhu yang panas meningkatkan suplai uap air ke atmosfer dan mendukung pertumbuhan awan hujan.
Di samping itu, profil kelembaban udara di DIY juga berada pada ketinggian satu hingga tiga kilometer dengan kelembaban 95 persen.
Sehingga meningkatkan massa air di awan hujan. “Waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang,” pesannya.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta agar masyarakat bantaran sungai untuk membuat sumur resapan.
Upaya tersebut penting agar air yang muncul dari tingginya intensitas hujan bisa ditampung.
Menurutnya, sumur resapan dapat menangkap air hujan agar tidak langsung mengalir ke sungai. Sehingga meminimalisasi bencana banjir.
Sekaligus menjadi tabungan air bersih bagi masyarakat bantaran sungai.
“Jika air hujan lari semua ke sungai, itu yang membuat banjir,” katanya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita