Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemprov DIY Bantu Living Cost Mahasiswa Terdampak Bencana Aceh-Sumatera selama Enam Bulan, HB X: Lanjutkan Tradisi Hamengku Buwono IX

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 23 Desember 2025 | 03:24 WIB
SIMBOLIS: Gubernur DIY HB X saat memberikan bantuan kepada perwakilan mahasiswa terdampak bencana di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Jogja, Senin (22/12/2025).
SIMBOLIS: Gubernur DIY HB X saat memberikan bantuan kepada perwakilan mahasiswa terdampak bencana di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Jogja, Senin (22/12/2025).

JOGJA - Pemprov DIY kembali menaruh perhatian kepada warga terdampak bencana banjir bandang Aceh-Sumatera.

Kali ini bantuan diberikan kepada para mahasiswa asal lokasi terdampak yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta.

Pemberian bantuan ini, sekaligus bentuk pelestarian tradisi sejak zaman Hamengku Buwono (HB) IX.

"Peristiwa hari ini sebetulnya peristiwa yang secara tradisi sejak lama dilakukan Jogja," ujar Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X usai memberikan bantuan kepada perwakilan mahasiswa terdampak bencana di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Jogja, Senin (22/12/2025).

Dalam hal ini, pemprov telah aktif memberikan bantuan. Terakhir berupa obat-obatan, logistik maupun dalam bentuk uang yang dikirim ke lokasi bencana.

Teranyar ini, adalah melakukan pendataan mahasiswa terdampak yang tinggal di wilayahnya.

Pemprov bekerja sama dengan perguruan tinggi baik swasta maupun negeri di Jogja.

"Saya hanya melanjutkan tradisi yang dilakukan orang tua saya swargi (almarhum) HB IX pada waktu peristiwa PRRI di Sumbar," bebernya.

Peristiwa PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) di Sumatera Barat (Sumbar) merupakan gerakan separatis yang berdampak pada kestabilan perekonomian daerah setempat.

Pada saat itu, diceritakan HB IX juga ikut berperan memberikan bantuan kepada para mahasiswa yang sedang berkuliah di Jogja.

"Semua mahasiswa Sumbar yang sekolah di sini itu dulu dibantu, bahkan saya tahunya bukan dari orang tua saya sendiri. Tetapi cerita dari pemimpin daerah Sumbar yang mengaku dulu bisa menyelesaikan sekolah karena bantuan dari Jogja," jelasnya.

Pemprov DIY berkomitmen akan terus memberikan bantuan bagi seluruh daerah di Indonesia yang sedang dilanda kesusahan atau bencana.

Bahkan, mahasiswa yang ada di Jogja juga sebisa mungkin diberikan bantuan untuk memperlancar studi-nya.

"Kami berbuat sesuatu agar tujuan mereka belajar ke Jogja itu tidak putus di tengah jalan," sambungnya.

Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menambahkan, pendataan mahasiswa asal lokasi terdampak dimulai sekitar dua minggu yang lalu.

Baca Juga: PSS Sleman Terus Tunjukkan Kemajuan, Tak Lepas dari Porsi Latihan dengan Intensitas Tnggi yang Terstruktur

Setiap perguruan tinggi mengirimkan data sebagai dasar pemberian bantuan. Data yang terkumpul hingga Jumat (19/12/2025) lalu, sebanyak 1.296 mahasiswa dari sekitar 52 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta terdampak bencana.

“Bantuan yang diberikan oleh pemprov kepada mahasiswa berupa living cost selama enam bulan dengan jumlah Rp 300 ribu per bulan,” katanya.

Dana tersebut didapatkan dari dukungan berbagai pihak mulai yayasan, kelompok masyarakat, Baznas, perseorangan maupun para ASN.

"Pencairan dana bantuan dilakukan melalui rekening pribadi mahasiswa penerima," jelasnya.

Selain itu, pemprov juga memberikan bantuan berupa beras ke sejumlah asrama ikatan mahasiswa asal Sumatera.

Jumlah beras bantuan ditaksir cukup untuk makan selama satu bulan. Berdasarkan pendataan, setidaknya ada 10 asrama mahasiswa Aceh, Sumatera Utara satu dan Sumatera Barat empat asrama.

Baca Juga: Klub Lain Sudah Curi Start soal Transfer Pemain, PSS Sleman Pilih Santai, Ansyari: Tunggu saatnya Diumumkan

"Nanti kita lihat apakah masih mengharapkan atau menginginkan kembali untuk (bantuan beras) itu," bebernya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Gatot Sugiharto mencatat, sebanyak 105 mahasiswanya berasal dari lokasi terdampak bencana.

Berbagai macam jenis bantuan didapatkan dari pemerintah maupun instansi lainnya bagi mahasiswa yang terdata.

Baca Juga: Punya Catatan sejak di Liga 2, Bek PSIM Jogja Yusaku Yamadera Waspadai Kekuatan Kolektif Persijap Jepara, Rosalvo Jadi Perhatian Khusus

"Kampus juga memberikan, semacam kupon makan gratis bagi mahasiswa terdampak, setiap hari, selama kampus buka melalui kantin UAD," ujarnya.

Selain itu, mahasiswa yang terdata juga mendapatkan keringanan berupa potongan pembayaran uang SPP sebesar Rp 2,5 juta untuk satu semester. Kemungkinan untuk diperpanjang terbuka apabila diperlukan.

"Makanya kami kaji ini, selama ini baru satu semester dulu. Intinya kita akan memberikan yang terbaik, yang meringankan adik-adik mahasiswa," jelasnya. (oso/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Mahasiswa #HB X #aceh sumatera #terdampak bencana #gubernur diy #banjir bandang #HB IX