Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jogja Last Friday Ride JLFR Dikeluhkan, Timbulkan Macet

Magang Radar Jogja • Sabtu, 29 November 2025 | 22:14 WIB
Gelaran Jogja Last Friday Ride (JLFR).
Gelaran Jogja Last Friday Ride (JLFR).

RADAR JOGJA - Kegiatan bersepeda malam “Jogja Last Friday Ride (JLFR)" di Yogyakarta yang rutin berlangsung di akhir bulan kembali menjadi sorotan masyarakat Yogyakarta.

Meski kegiatan ini dinilai positif karena mendorong gaya hidup sehat dan mempererat komunitas pesepeda, banyak masyarakat mengaku terganggu dengan dampak yang ditimbulkan, terutama kemacetan panjang di beberapa titik kota.

Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan bahwa rombongan pesepeda sering memenuhi seluruh lajur sehingga kendaraan lain sulit melintas.

Kondisi ini membuat arus lalu lintas tersendat, bahkan ada yang mengaku terlambat menuju tempat tujuan karena terjebak di tengah kerumunan pesepeda.

Keluhan masyarakat terlihat ramai di media sosial.

Salah satu pengguna akun @istianawisata menyampaikan bahwa kemacetan yang ditimbulkan membuat sejumlah orang sampai ketinggalan kereta.

“Korbane sek do ketinggalan kereta mergo keno macet. Galeria neng stasiun tugu 1,5 jam. Edan,” tulisnya.

Akun lain, @pt_elispa_kreasi, menceritakan pengalamannya saat melintas di fly over Lempuyangan.

Ia mengaku hampir terserempet karena rombongan pesepeda yang bergerak sembarangan.

“Macett nya minta ampun, apalagi yang naik sepeda tuh pada sembarangan semua. Minimal utamakan keselamatan lahhh, kalau ketabrak yang disalahkan ya kendaraan yang paling besar, padahal yang salah ya rombongan sepeda nya itu,” ungkapnya.

Meski banyak kritik, ada pula peserta JLFR yang memberikan pandangan lebih seimbang.

Pengguna akun @hanifhrjs.aa_ mengaku ia turut mengikuti kegiatan tersebut, namun selalu berusaha mematuhi aturan dan menghormati pengguna jalan lain.

“Aku juga JLFR, tapi aku berusaha selalu berbagi jalan sama pengguna lain, engga urakan. Yuk dimulai dari diri sendiri buat tertib berlalu lintas,” tulisnya.

Masyarakat berharap kegiatan ini tetap berjalan namun lebih terkoordinasi, mulai dari pengaturan rute, pendampingan petugas, hingga penegakan tata tertib bagi seluruh peserta.

Dengan manajemen yang lebih baik, kegiatan sepeda malam di Jogja bisa tetap menjadi ruang rekreasi sehat tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. (Silvia Oktaviani)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#macet #Jogja Last Friday Ride JLFR #Jogja