JOGJA - Warga Ledok Tukangan, Danurejan, Kota Jogja berharap Jembatan Kewek segera diperbaiki.
Mengingat, usia jembatan tersebut yang sudah memasuki satu abad. Namun, terkait hal ini Pemkot Jogja juga belum memastikan ketersediaan anggarannya.
Sekretaris RT 03 Ledok Tukangan Tarno mengatakan, perbaikan Jembatan Kewek memang sudah seharusnya cepat dilakukan.
Sebab infrastruktur penghubung antara Kotabaru dengan Malioboro itu sudah berusia ratusan tahun.
Ya, Jembatan Kewek atau yang memiliki nama lain Jembatan Kleringan itu dibangun pada saat masa penjajahan Belanda di era 1924.
Jembatan tersebut bernama asli Kerkweg-Kéwék, kemudian disederhanakan penyebutannya oleh masyarakat Jawa menjadi Kretek Kewek.
Tarno mengungkap, masyarakat sangat mendukung pembangunan ulang Jembatan Kewek karena enggan ada hal-hal yang tidak diinginkan.
Misalnya jembatan roboh, karena sudah banyak permukiman di bawah jembatan.
“Intinya warga sangat mendukung biar tidak ada korban, apalagi jika warga bisa dilibatkan (dalam pembangunan jembatan),” ujar Tarno kepada wartawan, Senin (24/11/2025).
Dia menyebut, selama ini warga Ledok Tukangan memang cukup khawatir dengan kondisi Jembatan Kewek. Terlebih ketika memasuki musim libur panjang.
Lantaran beban jembatan biasanya semakin berat seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan.
Oleh karena itu, Tarno berharap, agar ada segera tindakan serius dari pemerintah untuk mengantisipasi kejadian yang mengancam keselamatan warga.
Pun selama ini juga belum pernah ada perbaikan berat.
“Paling cuma pemeliharaan rutin, sehingga kami berharap bisa direhabilitasi,” harapnya.
Baca Juga: Bupati Kulon Progo Agung Setyawan Ingkar Janji dari Golkar
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Umi Akhsanti mengaku, belum dapat memastikan perbaikan Jembatan Kewek.
Sebab pemerintah daerah masih berjuang untuk mendapatkan bantuan pemerintah pusat.
Dia menyebut, kondisi Jembatan Kewek memang sudah kritis dan tidak mungkin untuk diperbaiki.
Sehingga solusinya hanya bisa dilakukan dengan pembangunan ulang jembatan. Namun kebutuhan anggarannya mencapai Rp 12 miliar.
Kendati begitu, instansi ini sudah menyiapkan langkah memperpanjang usia jembatan di tengah belum adanya kepastian anggaran.
Salah satunya dengan mengantisipasi akses kendaraan besar seperti bus pariwisata dan truk besar agar tidak melintas di atas jembatan.
“Karena kalau kami melakukan penutupan jembatan sangat tidak mungkin, sebab Jembatan Kewek merupakan akses vital,” imbuhnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita