JOGJA - Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) DIY di era Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti punya cara baru dalam memutasi pejabat eselon dua. Selama ini, mereka yang digeser atau promosi mendapatkan undangan rata-rata H minus satu hari pelantikan. Undangan diantar kurir khusus dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY.
Namun dalam pelantikan pejabat eselon dua yang akan digelar di Bangsal Kepatihan pada Senin (3/11) pagi ini ada hal yang anyar. Mengantisipasi bocornya daftar pejabat yang dimutasi informasi ditutup rapat. Mereka yang dilantik tidak diberi undangan fisik. Tapi dalam format PDF. Dikirimkan melalui pesan WhatsApp (WA).
“Undangan mereka yang akan dilantik dikirim via WA. Tak lagi diantar langsung,” cerita seorang sumber di kompleks Kepatihan, Minggu (2/11).
Dari berbagai sumber, diketahui undangan dikirimkan menjelang malam. Tepatnya petang hari mendekati azan Magrib. Selepas pukul 17.00. Undangan dikirimkan Kepala BKD Hary Setiawan. “Yang mengirimkan langsung Pak Hary,” lanjut sumber itu.
Dari pesan WA kepala BKD ada banyak kejutan. Beberapa nama yang semula tak muncul ke permukaan dalam daftar mutasi, ternyata ikut digeser. Di antaranya, Paniradya Pati Kaistimewan Aris Eko Nugroho, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Noviar Rahmad, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Syam Arjayanti.
Aris yang sehari sebelumnya pada 1 November berulang tahun ke-53 disebut-sebut digeser ke dinas pertanian dan ketahanan pangan. Dia menggantikan Syam. Soal posisi Syam selanjutnya ada dua. Antara staf ahli gubernur atau kepala dinas perpustakaan dan arsip daerah (DPAD). Staf ahli gubernur bidang ekonomi dan pembangunan saat ini kosong. Ini setelah staf ahli yang mengampu bidang itu Kuncoro Cahyo Aji pensiun pada 1 Oktober lalu.
Kepala DPAD Kurniawan sejak awal disebut-sebut masuk daftar. Peluang Kurniawan ada dua. Menjadi pengganti Aris di Paniradya atau memimpin Bapperida menggantikan kursi yang ditinggalkan Ni Made. Satu lagi nama yang punya kans ke Bapperida adalah Kepala Biro Tata Pemerintahan Danang Setiadi. Baik Kurniawan maupun Danang pernah menjadi kepala bidang perencanaan Bappeda. Namun saat dihubungi keduanya belum memberikan respons.
Sedangkan Aris dan Noviar membenarkan telah menerima undangan pelantikan. Undangan diberikan melalui pesan WA. “Leres (betul, Red) besok ikut dilantik,” ujar Aris saat dihubungi. Dia tidak memberikan banyak keterangan. Alasannya, dia belum tahu ke mana posisi selanjutnya.
Aris juga mengabarkan rencana kepindahannya itu ke beberapa kepala bidang di paniradya. Berpamitan akan pindah. Sebulan lalu, pertengahan September, isu dipindahnya Aris dari Paniradya santer terdengar. Namun saat pelantikan pada Selasa (16/9), Aris belum digeser. Ternyata baru direalisasikan awal November ini.
“Siap menjalankan tugas baru. Di manapun ditempatkan,” ucap Noviar yang dihubungi terpisah. Dia mengakui mendapatkan undangan pelantikan melalui WA. Senada dengan Aris, mantan Kasat Pol PP DIJ belum tahu di OPD mana berpindah. Ini juga menjadi kado ulang tahunnya yang lahir 16 November 1970 ini.
Sedangkan seorang sumber yang dikenal dekat dengan Syam mengaku awalnya tak menduga mendapatkan undangan pelantikan. Sebab, Syam jarang memegang ponsel. “Tahu-tahu sore hari buka hand phone (HP) ada undangan,” ceritanya.
Masuknya nama Syam dalam gerbong mutasi kali ini ditengarai ada hubungannya dengan komunikasi antara Ni Made dan Aris. Seorang sumber membisiki sebagai Sekprov sekaligus atasan paniradya, Ni Made tak begitu srek dengan langkah Aris.
Khususnya lumbung pertanian yang dibiayai danais. Anggaran ditempatkan paniradya ke dinas pertanian dan ketahanan pangan. “Sudah bukan rahasia lagi komunikasi antara kedua beliau anyep. Sudah sejak di Bapperida,” bisik sumber yang punya kedekatan dengan elite Kepatihan. Dampak digesernya Aris ke dinas pertanian dan ketahanan pangan membuat Syam ikut dipindah.
Ni Made yang dihubungi soal pelantikan dan pengisian kepala Bapperida tak menjawab pertanyaan. Melalui WA, dia justru keliru mengirimkan pesan yang tidak ada hubungannya dengan pelantikan. Saat diberi tahu soal itu, mantan Pj bupati Kulon Progo itu buru-buru mengklarifikasi. “Kumpyur,” tulis Ni Made dengan emotion tertawa dan ucapan terima kasih. (kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita