JOGJA - Kemampuan mengelola keuangan dalam dunia kerja yang semakin kompetitif menjadi hal yang harus mulai dipahami oleh generasi muda saat ini. Sebab kehadiran sosial media cenderung kerap mendorong anak-anak muda untuk berperilaku konsumtif.
Topik tersebut yang diusung dalam talk show Cerdas di Era Digital, sebuah rangkaian program Jagoan Kampus yang diselenggarakan oleh PT. Bank Jago. Kegiatan tersebut diselenggarakan selama tanggal 12 hingga 14 Juni 2025 dengan mengajak mahasiswa dari sejumlah kampus di Yogyakarta.
Sustainability Program Activation Specialist Bank Jago Andhina Aryani mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini bukan sekadar bagaimana menghasilkan uang. Namun juga bagaimana mengelolanya.
Menurut dia, budaya konsumtif yang dipicu tren gaya hidup dan media sosial tidak jarang membuat banyak anak muda terjebak dalam pola pengeluaran yang impulsif. Sehingga pengelolaan yang tepat perlu dilakukan. Termasuk memetakan mana kebutuhan yang harus dibeli dan tidak.
“Mengelola pengeluaran dengan tepat bukan soal menahan diri berlebihan, tapi soal memilih dengan bijak,” ujar Andhina dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Jogja, Kamis (12/6/2025).
Guna mempermudah manajemen keuangan, dia merekomendasikan sebuah aplikasi yang dapat membantu pengelolaan keuangan. Yakni Jago dan Jago Syariah. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat mengalokasikan uang sesuai dengan kebutuhan atau untuk berbagai macam tujuan keuangannya.
Adapun salah satu fitur unggulan yang ada dalam aplikasi tersebut adalah Kantong, sebuah fitur yang memungkinkan pengguna untuk membuat hingga 60 kantong dengan nomor rekening khusus. Sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengeluaran ataupun investasi.
“Inovasi ini dirancang Bank Jago untuk membantu masyarakat mengatur keuangan dengan lebih terstruktur dan sesuai kebutuhan hidup sehari-hari,” terang Andhina.
Sementara itu, Employer Branding & Engagement Bank Jago Dwi Gelegar Gilang Ramadhan menyampaikan, ada berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat memasuki dunia kerja di era digital seperti sekarang. Misalnya perusahaan sekarang tidak hanya mencari lulusan yang cerdas secara akademis. Namun juga individu yang mampu berpikir analitis, kreatif, serta memiliki daya tahan dan fleksibilitas tinggi.
Guna menghadapi kondisi tersebut, Bank Jago juga menghadirkan Jago Digital Academy. Yakni sebuah inisiatif pembelajaran mandiri yang bertujuan mengembangkan talenta digital agar lebih siap menghadapi dunia kerja.
“Program ini dirancang untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan sesuai kebutuhan industri,” terang Gilang. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin