Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Patok Target 24 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Dibongkar Pada Awal Mei 2025, Sejumlah Depo Sampah Juga Direvitalisasi

Iwan Nurwanto • Jumat, 2 Mei 2025 | 00:33 WIB
Pengguna jalan melintas di dekat gerobak berisi sampah di kawasan Lempuyangan, Kota Jogja, Minggu (20/4/2025).
Pengguna jalan melintas di dekat gerobak berisi sampah di kawasan Lempuyangan, Kota Jogja, Minggu (20/4/2025).

JOGJA - Proses penanganan sampah di Kota Jogja masih terus berjalan. Salah satunya yang terus dilakukan adalah penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, sampai saat ini sudah ada 21 TPS yang sudah ditutup serta dibongkar. Kemudian akan bertambah empat TPS lagi pada awal bulan Mei, sehingga berjumlah 24 TPS yang dibongkar.

Jika melihat TPS di Kota Jogja yang berjumlah 31 titik, maka pemerintah kota (pemkot) masih harus menyelesaikan tujuh TPS setelah awal bulan Mei mendatang. Adapun saat ini proses pembongkaran sisa TPS itu tengah masuk tahap sosialisasi kepada warga.

“Penutupan TPS adalah bagian strategi pengelolaan sampah yang lebih efisien dan ramah,” ujar Hasto, Kamis (1/5/2025).

Selain menutup TPS, dia juga sudah merencanakan revitalisasi terhadap beberapa depo sampah. Misalnya perbaikan lantai, penambahan dan peninggian pagar agar tidak lagi ditutup terpal, serta pengecatan dinding.

Untuk depo yang sudah direncanakan revitalisasi meliputi depo Mandala Krida, depo Purawisata, depo Pringgokusuman, dan depo Lapangan Karang. Menurutnya, depo-depo di Kota Jogja kini secara bertahap juga telah menerapkan sistem pengolahan sampah secara real time.

Yakni sistem pengelolaan yang tidak ada lagi menumpuk sampah pada depo. Namun langsung diangkut menggunakan armada truk dan dibawa ke tempat pengolahan sampah.

Sementara terkait model pengangkutan sampah menggunakan penggerobak atau transporter. Hasto menyebut, sampai saat ini sudah ada 1.130 transporter yang bekerjasama dengan 50.225 Kepala Keluarga (KK).

"Semua kelurahan sudah ada transporternya,” bebernya.

Secara terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro mendorong agar pemerintah kota (pemkot) dapat menciptakan depo humanis dan solutif. Sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat.

Menurutnya, perwujudan depo humanis adalah tentang bagaimana tempat pembuangan sampah tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat. Misalnya sudah tidak lagi menimbulkan polusi. Baik itu bau menyengat maupun sampah yang tidak sampai berserakan turun ke jalan.

Kemudian depo solutif, yakni harus benar-benar mampu mengatasi permasalahan sampah melalui program pengolahan. Seno pun mengapresiasi berbagai program yang sudah dilakukan oleh pemkot dalam mewujudkan dua hal tersebut. 

“Menciptakan depo yang solutif dan humanis adalah dengan tidak menimbulkan masalah bagi masyarakat, ini kami respon dengan sangat baik sekali,” terang politisi Golkar itu belum lama ini. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #tempat pembuangan sampah #penanganan sampah #Sampah #Sampah Liar