JOGJA - Kehadiran teknologi AI di era modern saat ini masih menimbulkan pro dan kontra, termasuk dalam dunia seni. Banyak pertanyaan muncul, apakah produk seni hasil perintah atau prompt AI ini bisa disebut karya seni.
Kurator asal Jogja Arsita Pinandita menjelaskan, sebenarnya teknologi AI tidak mengganggu karya-karya dari para seniman seni rupa. Malahan AI bisa membantu para seniman untuk berkarya.
Bukan tanpa alasan Arsita mengatakan hal ini. Sebab, menurutnya, AI adalah teknologi untuk industri yang mempunyai kecepatan untuk berinovasi.
Sehingga AI tidak mengganggu para seniman untuk berkarya. Mengingat saat ini masih ada beberapa karya-karya juga yang belum banyak beririsan dengan AI.
"Tapi untuk teknologi yang sifatnya new media art atau seni media baru atau intermedia, itu justru membantu," katanya saat dihubungi Minggu (27/4/2025) malam.
Selain itu, Arsita juga menyebut maraknya gempuran AI di era saat ini tidak mengancam para seniman, khususnya senima seni rupa.
"Kalau ada unsur seperti melukis dan grafis, itu kan ada unsur manusianya. Nah, itu kan tidak mungkin bisa digantikan dengan AI," jelasnya.
Sebagai seorang kurator, Arsita berharap di tengah gempuran AI saat ini para seniman bisa meng-upgrade diri agar bisa mengikuti kemajuan zaman.
Sebab, sudah banyak hal di seni rupa yang sejauh ini banyak beradaptasi dengan kemajuan zaman.
Meskipun banyak orang menganggap AI ancaman karena bisa mempercepat eksekusi visual itu dengan cepat dan dengan mudah.
Tapi sebetulnya Arsita sendiri menganggap AI justru menjadi sebuah kekuatan.
Seperti dulu, Arsita mencontohkan banyak orang gambar di billboard ketemu digital printing, lalu orang yang manual tadi habis kena digital printing.
Setelah itu, digital printing sekarang kena LED proyektor atau videotron, dan sekarang videotron visualnya kena AI.
"Ya, seniman sendiri harus update dan bisa adaptasi di tengah kemajuan zaman," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita