Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TPK Hotel di DIY Turun pada Februari 2025, Lama Menginap Tamu Hotel Bintang Justru Naik

Gregorius Bramantyo • Rabu, 16 April 2025 | 04:45 WIB

 

Ilustrasi hotel di Kota Jogja.   (Dok Radar Jogja)
Ilustrasi hotel di Kota Jogja. (Dok Radar Jogja)
 

JOGJA - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat penurunan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel pada Februari 2025. Meski demikian, rata-rata lama menginap tamu hotel bintang justru mengalami peningkatan.

Kepala BPS DIY Herum Fajarwati menyampaikan, TPK hotel bintang di DIY pada Januari 2025 sebesar 56,84 persen. Sementara hotel non-bintang sebesar 26,22 persen. Namun pada Februari 2025, TPK hotel bintang tercatat menurun menjadi 52,34 persen dan hotel non-bintang menjadi 21,46 persen.

Secara bulanan atau month to month, TPK hotel bintang mengalami penurunan sebesar 4,50 persen. “Namun jika dibandingkan dengan Februari tahun sebelumnya, tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,30 persen,” kata Herum Selasa (15/4).

 Baca Juga: Bu Kepsek Tega Telantarkan Bayi Hasil Selingkuh, Kini Ditangai di RSDS Kebumen, Kondisi Berangsung Membaik

Sementara itu, TPK hotel non-bintang mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan. TPK hotel non-bintang turun 4,76 persen secara bulanan dan turun 2,89 persen secara tahunan.

Meskipun terjadi penurunan TPK, rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang justru meningkat. Pada Januari 2025, rata-rata lama menginap tamu hotel bintang adalah 1,47 malam. Lalu naik menjadi 1,55 malam pada Februari 2025 atau meningkat 0,08 malam.

“Kenaikan ini menunjukkan peningkatan durasi kunjungan wisatawan yang memilih menginap di hotel berbintang,” ujar Herum.

Adapun rata-rata lama menginap tertinggi tercatat pada hotel bintang 5, yakni sebesar 1,74 malam. Sementara yang terendah tercatat pada hotel bintang 1, hanya 1,20 malam.

Sebaliknya, pada hotel non-bintang terjadi penurunan rata-rata lama menginap. Pada Januari 2025, lama menginap rata-rata adalah 1,19 malam. Lalu menurun menjadi 1,16 malam di Februari 2025 atau turun 0,03 malam.

Dari sisi klasifikasi kamar, rata-rata lama menginap tertinggi terjadi pada hotel non-bintang dengan jumlah kamar lebih dari 40, yaitu 1,26 malam. “Sementara terendah terjadi pada hotel dengan jumlah kamar antara 10 hingga 24 kamar, yaitu 1,10 malam,” ucap Herum.

 

BPS DIY juga mencatat jumlah tamu yang menginap pada Februari 2025 sebanyak 572.153 orang. Turun 21,78 persen dibanding Januari 2025. Dari total tamu tersebut, sebanyak 14.146 orang atau sekitar 2 persen merupakan tamu asing. Sedangkan tamu domestik tercatat sebanyak 557.967 orang atau sekitar 98 persen.

“Menurut jenis hotel, 75 persen tamu memilih menginap di hotel bintang, sementara 25 persen lainnya menginap di hotel non-bintang,” ungkap Herum.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, tingkat hunian hotel di DIY mengalami penurunan drastis sejak awal 2025. Menurutnya, kondisi ini semakin memprihatinkan, terutama setelah kebijakan efisiensi anggaran diterapkan.

Dia menjelaskan, tingkat hunian hotel di DIY awalnya masih berada di angka 70-90 persen. Tetapi sejak Januari, turun menjadi 40 persen. “Februari semakin merosot dan pada Maret hanya 5-15 persen, maksimal 20 persen,” jelasnya.

Selain penurunan tingkat hunian, Deddy juga menyoroti kebijakan larangan study tour dari beberapa provinsi yang semakin memperburuk kondisi industri pariwisata DIY. Dia menekankan, saat pandemi, pemerintah masih memberikan bantuan kepada sektor pariwisata. Namun saat ini dengan efisiensi anggaran, pelaku usaha harus berjuang sendiri.

 

“Saat pandemi ada kebijakan seperti staycation untuk ASN dan relaksasi pajak yang membantu kami bertahan. Sekarang dengan anggaran yang semakin ketat,” bebernya. (tyo/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#efisiensi anggaran #Peningkatan #tingkat penghunian kamar #tingkat hunian hotel #study tour #BPS DIY #Badan Pusat Statistik (BPS) #Hotel #lama menginap #industri pariwisata #penurunan #DIY #Kunjungan Wisatawan #TPK #phri #tamu #hotel bintang #Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia #TPK Hotel