JOGJA - DIY menjadi salah satu tujuan utama wisata selama liburan Nataru. Sejak Jumat (20/12/2024), jalanan kawasan wisata di Kota Jogja sudah mulai dipadati kendaraan pribadi. Kawasan Gumaton (Tugu, Malioboro, Keraton) menjadi destinasi yang cukup banyak dikunjungi wisatawan .
Kepadatan wisatawan yang membeludak di sejumlah titik menyebabkan kemacetan di berbagai ruas jalan utama. Hal ini membuat sebagian warga Jogja memilih untuk tetap berada di rumah selama masa liburan. "Kalau terpaksa keluar rumah, saya lebih memilih menggunakan sepeda motor untuk menghindari kemacetan," ujar Chrisna Ardianto, 29, warga Klitren, Gondokusuman, Kota Jogja, Sabtu (28/12/2024).
Baca Juga: Terus Jadi Program Prioritas, Pemkab Sleman Refleksi Upaya Penurunan Stunting
Dia juga menyebut, sebagai seorang pekerja dirinya juga ingin merasakan suasana liburan. Maka dari itu, menurutnya, anjuran pemerintah untuk tetap berada di rumah selama musim liburan justru dianggap kurang masuk akal dan kurang tepat. “Tetap keluar rumah sih, tapi tergantung situasi dan kondisi. Misalnya keluar rumah di jam-jam yang minim kemacetan,” katanya.
Chrisna mengakui, ia sedikit banyak terganggu oleh kemacetan yang ditimbulkan karena menumpuknya volume kendaraan. Sebab jalan di sekitaran rumahnya bisa dibilang adalah ruas jalan utama, yakni Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Jogja. “Merasakan macet juga di beberapa titik seperti di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Dr Sutomo, dan Jalan Laksda Adisucipto,” tuturnya.
Baca Juga: Chikungunya Merebak di Gunungkidul, Empat Positif dan 73 Orang Lainnya Dinyatakan Suspek
Menurutnya, banyaknya wisatawan yang memilih Jogja sebagai destinasi liburan sebenarnya bagus. Hanya saja, dia menyebut pemerintah seharusnya bisa memfasilitasi dan melakukan tindakan preventif untuk meminimalisasi dampak dari membeludaknya wisatawan yang datang ke Jogja. “Misalnya sampah dan kemacetan,” ucap Chrisna.
Sementara itu, warga Gondomanan, Kota Jogja, Dicky Mahendra, 31, cukup mengeluhkan dengan kemacetan yang terjadi. Dia hendak menuju rumah saudaranya yang berada di kawasan Jombor, Sleman, namun beberapa kali terjebak macet. Mulai di Jalan Mataram sampai Jalan Magelang.
"Biasanya paling 20 menit sampai, ini hampir satu jam perjalanan. Mungkin karena libur, jadi banyak orang yang datang ke Jogja,” katanya.
Dicky mengaku, sebelumnya telah mendengar jika pemerintah daerah mengimbau warga lokal untuk tetap di rumah selama liburan. Hal ini ditujukan agar memberikan kesempatan bagi para wisatawan menikmati liburan di Jogja. Namun menurutnya, imbauan itu agak ganjil ditujukan kepada warga.
Sebab banyak warga lokal juga masih memiliki pekerjaan saat masa libur. Ada juga yang sama-sama ingin menikmati wisata di hari libur bersama keluarga namun tidak jauh dari rumah.
"Kami juga dapat jatah libur, masa mau di rumah saja. Saya juga ingin bawa keluarga liburan di Jogja. Kalau pas hari kerja pasti tidak bisa. Jadi waktu liburan ini saya ingin bawa mereka wisata dan ke tempat saudara," beber Dicky. (tyo/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita