JOGJA - Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja memprediksi lonjakan wisatawan bakal terjadi selama momen libur natal dan tahun baru (nataru).
Strategi untuk menghadapi berbagai kemungkinan disiapkan instansi tersebut.
Sehingga wisatawan mendapatkan pelayanan maksimal.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Wahyu Hendratmoko mengatakan, berdasarkan informasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) DIY menjadi wilayah tertinggi kedua yang dikunjungi wisatawan saat libur nataru.
Bahkan, prediksi pergerakan wisatawan di DIY dapat mencapai 19 juta wisatawan dan sebagian akan mengunjungi Kota Jogja.
Menghadapi lonjakan wisatawan itu, Wahyu mengaku, sudah menyiapkan layanan tourist information service yang bekerjasama dengan beberapa OPD di lingkup Pemkot Jogja.
Menurutnya, dalam momentum libur nataru ini pihaknya juga akan memaksimalkan layanan dan berbagai potensi daya tarik wisata di Kota Jogja.
Upaya itu dilakukan agar wisatawan bisa mendapatkan persepsi positif selama berkunjung ke Kota Jogja.
Lebih dari itu, Dispar Kota Jogja juga meminta agar para pelaku wisata bisa memaksimalkan pelayanannya kepada wisatawan.
Baca Juga: Thomas Tuchel Rencanakan Pemanggilan Kembali Ben White ke Timnas Inggris
Sehingga menyambut tahun 2025 mendatang, wisatawan tidak kapok atau memiliki keinginan untuk berkunjung kembali ke Kota Jogja.
“Libur nataru momentum yang bagus yang tidak boleh dilewatkan,” beber Wahyu.
Sementara soal target wisatawan, dia mengklaim, hingga bulan November pergerakan wisatawan ke Kota Jogja sudah mencapai 9,5 juta wisatawan.
Baca Juga: Kualitas Mulai Bagus, Harga Ramah, hingga Masifnya Kampanye di Medsos Jadi Alasan Generasi Muda Lirik Produk Lokal
Sehingga untuk momen libur akhir tahun ini Dispar Kota Jogja pun optimistis jumlah pergerakan wisatawan dapat melampaui 10 juta orang.
Wahyu menyebut, apabila target 10 juta wisatawan itu dapat tercapai maka Kota Jogja akan memecah rekor kunjungan wisatawan pada tahun 2024 ini.
Lantaran angkanya bakal melebihi kunjungan wisatawan sebelum masa pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Manchester City vs Manchester United, Derbi Manchester Pertama Ruben Amorim
Dia juga memastikan, bahwa beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkot Jogja nantinya juga akan menggelar berbagai event pariwisata untuk mendongkrak kunjungan.
Di satu sisi, adanya kegiatan dari OPD tersebut juga diharapkan dapat memecah keramaian wisatawan yang selama ini selalu terpusat di kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer.
"Akhir tahun 2024 ini kami yakin bisa menembus angka 10 juta pergerakan wisatawan di Kota Jogja,” katanya.
Baca Juga: Lakukan Penertiban Pelanggaran Tata Ruang di Empat Lokasi, Satpol PP Sleman Pasang Papan Peringatan
Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Jogja Munazar meminta, agar dispar bisa memaksimalkan pelayanan kepada wisatawan selama musim libur nataru.
Sehingga wisatawan merasa nyaman dan dapat meningkatkan masa tinggal atau length of stay.
Menurut politisi fraksi Partai Golkar itu, dinas pariwisata harus memastikan fasilitas umum di destinasi wisata tetap terjaga dengan baik.
Baca Juga: Kalah di Pilkada Kebumen, Utut Adianto Tak Rela DPC dan PAC Disalahkan
Mulai dari kebersihan, keamanan, hingga kemudahan akses informasi bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Munazar juga menekankan tentang risiko seperti kemacetan lalu lintas dan potensi meningkatnya volume sampah di area-area yang ramai dipadati wisatawan.
Sehingga pemkot harus bisa mengambil langkah proaktif dalam mengantisipasi persoalan-persoalan kemacetan dan pengelolaan sampah.
“Sehingga liburan akhir tahun dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti,” tegas Munazar. (inu)