JOGJA - Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja dan Bapel Jamkesos DIY menggelar Jamkesus Terpadu Bagi Penyandang Disabilitas di SLB Pembina, Umbulharjo, Kota Jogja, Kamis (26/9/2024).
Sebanyak 72 penyandang disabilitas turut serta dan berbahagia karena sebagian besar mendapatkan alat bantu sesuai dengan kebutuhannya.
Agenda tersebut setiap tahun diadakan.
Para difabel yang mendaftar mendapatkan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan gula darah, vital signs dan sebagainya.
"One stop service dalam satu layanan, ada dokter umum, spesialis bahkan pihak penyedia alat bantunya," ujar Kepala Seksi Kepesertaan dan Pengembangan Jaminan Bapel Jamkesos Suyani Hartono, Kamis (26/9/2024).
Alat bantu yang akan disediakan untuk para peserta di antaranya kursi roda, kaki/tangan palsu, orthosis, prosthesis serta beberapa alat bantu lain.
Beberapa mitra penyedia alat bantu juga telah melakukan MoU dengan Bapel Jamkesos untuk menyediakan alat bantu.
"Ada perusahaan Ohana, AFO dan APOC Medical," tuturnya.
Selain itu, para ibu yang mempunyai riwayat melahirkan anak dengan disabilitas juga diberikan layanan pemeriksaan.
Hal itu untuk mencegah potensi kelahiran anak yang cacat.
"Penyelenggaraan sama dari tahun kemarin, cuma ini targetnya dari Kota 40 penyandang disabilitas ini ada 72 peserta," jelasnya.
Acara tersebut diselenggarakan di sleuruh DIY oleh Dinsosnakertrans masing-masing Kabupaten/kota.
Penyandang disabilitas bisa mendaftarkan melalui online dengan mengisi kebutuhan alat bantunya.
"Regulasinya setiap tahun peserta ganti, untuk bantuan kursi roda peserta bisa mengakses kembali lima tahun sekali, orthosis prosthosis dua tahun sekali," bebernya.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kota Jogja Indrawati menambahkan dalam melakukan penjaringan peserta, pihaknya melakukan sosialisasi disetiap Forum Kemantren Inklusi dan pendamping disabilitas.
Para peserta yang tidak bisa datang ke lokasi juga disediakan layanan penjemputan.
"Sebanyak 30 layanan penjemputan bekerjasama dengan ambulans di 18 puskesmas dan 3 dari Dinsosnakertrans Kota Jogja," ujarnya.
Peserta yang mendaftar kebanyakan merupakan tuna daksa yang membutuhkan kursi roda.
Sementara itu, Musirah (59) warga asal Bantul mengatakan terbantu dengan adanya program tersebut.
Sejak kecil umur 3 tahun Musirah telah menderita polio yang menyebabkan kelumpuhan dibagian kaki kirinya.
Hari-hari dirinya menggunakan alat bantu ketika menjalani aktivitas.
"Ini kaki saya tidak ada kekuatannya sama sekali, makanya saya minta kursi roda karena sering jatuh," keluhnya.
Sebelumnya ia juga telah mendapatkan kursi roda, namun sudah rusak karena sudah lebih dari lima tahun dipakai.
Ia datang sejak pukul sembilan dengan menaiki motornya sendiri yang dibuat sedemikian rupa agar bisa digunakan olehnya.
"Gratis dan proses pengambilan juga cukup mudah," bebernya.
Sama halnya Rubiah (58) asal Kotagede, pihaknya juga datang untuk mengakses bantuan kaki palsu.
Sejak umur dua tahun dirinya juga menderita polio yang mengakibatkan kaki kanannya lumpuh.
"Kaki itu nanti untuk menyangga, saya masih bisa jalan tapi butuh bantuan itu," ujarnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin