Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kampus Ikut Kurangi Volume Sampah, UGM lakukan Cara Ini

Gunawan RaJa • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 04:25 WIB
Pekerja memilah sampah plastik di TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, and Recycle) KUPAS Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, Jumat (16/8).
Pekerja memilah sampah plastik di TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, and Recycle) KUPAS Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, Jumat (16/8).

 

RADAR JOGJA - Persoalan sampah di Yogyakarta mendorong para akademisi kreatif dan inovatif. Seperti yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM), mencoba mengurangi volume sampah dengan insiatif pengelolaan berkelanjutan.

Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM Ali Awaludin mengatakan, implementasi gerakan tersebut dilakukan oleh mahasiswa dan staf kampus. "Mulai dari pengurangan residu konsumsi, paket zero waste, pengolahan sampah terpadu dan mendorong konsumsi yang tepat," beber Ali.

Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM Ali Awaludin.Dokumentasi UGM 
Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM Ali Awaludin.Dokumentasi UGM 

FT UGM bekerja sama dengan mitra penyedia konsumsi sepakat mengurangi residu sampah. Termasuk pengurangan penggunaan tisu, plastik, dan sendok plastik dalam paket konsumsi. "Mitra diminta memilih kemasan ramah lingkungan dan mudah terurai," ujarnya.

Mitra konsumsi, lanjutnya, juga diimbau menawarkan paket makanan bebas dari limbah atau menggunakan kemasan daur ulang. Termasuk penggunaan wadah ramah lingkungan dan penyesuaian pada aplikasi pembelian untuk mengintegrasikan opsi zero waste.

"Secara internal, kampus telah menerapkan inisiatif seperti penyediaan air siap minum dan pembagian tumbler kepada mahasiswa untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai," jelasnya.

Selain itu, FT UGM membangun tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di kampus. Termasuk mengkondisikan kantin kampus. "Atau jika harus menggunakan bungkus, maka digunakan bungkus yang ramah lingkungan dan mudah terurai," jelasnya.

Menurutnya, sampah merupakan persoalan bersama, namun diharapkan muncul tanggung jawab pada masing-masing individu. "Kami berharap dengan langkah-langkah ini, volume sampah dapat dikurangi secara signifikan," ucapnya.

Diharapkan masyarakat luar kampus termotivasi melakukan hal serupa. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan perubahan iklim. (gun/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#TPS3R #kurangi volume sampah #universitas gadjah mada #Yogyakarta #insight #Merdeka Dari Sampah #Fakultas Teknik UGM #Sampah #DIY #Jogja