RADAR JOGJA - Fight Club YK, pertandingan boxing selalu dihadiri ribuan orang dalam setiap penyelenggaraanya di Pasar Aneka Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTHY), dua pekan sekali. Selain untuk mewadahi anak muda dan memerangi klithih juga untuk meramaikan pasar tradisional itu.
Humas Figh Club YK Adi Bayu mengatakan, acara gelut itu adalah gerakan untuk memerangi aksi kekerasan di jalanan. Pertarungan olahraga boxing dinilai pas untuk mewadahi anak muda agar terhindar dari aktivitas klitih.
"Sebagai hiburan dan persaudaraan. Hasil pertarungan tidak ada menang atau kalah," ujarnya Minggu (21/7).
Selain itu, acara itu juga menjadi hiburan murah bagi
masyarakat Jogja yang terbukti mampu menarik perhatian ribuan orang. Pra pertandingan juga dilakukan seleksi ketat, agar menghindarkan dari hal yang tidak diinginkan. "Yang basic lawan basic, amatir lawan amatir, dan dari persetujuan kedua belah pihak," tuturnya.
Pemilihan PASTHY dikarenakan tempat itu dinilai menjadi lokasi yang netral dan tersentral. Selain itu, pertandingan di lingkungan pasar lebih ramah dibandingkan di arena boxing atau sasana. Petarung atau pengunjung tidak ada tekanan dan santai ketika pertandingan berlangsung. "Tagline kita No Win No Lose No Pressure," tandasnya.
Proses perizinan saat akan menggunakan pasar itu dilakukan langsung dengan pihak Dinas Perdagangan Kota Jogja. Tanggapan dinas positif, karena masuk dalam upaya meramaikan pasar tradisional. "Kita juga baru tahu bahwa Disdag memang mencanangkan berbagai kegiatan kreatif non jual beli," jelasnya.
Ia mengatakan, sebelumnya di PASTHY juga sudah ada skate park yang dimanfaatkan komunitas-komunitas skate board di Jogja. Pihak Disdag juga telah menyiapkan panggung untuk kegiatan kreatif di pasar tersebut.
"Awalnya kami selenggarakan seminggu sekali. Tapi karena animo masyarakat sangat tinggi dan kami kewalahan, jadi dua minggu sekali," ungkapnya.
Ia menyampaikan, setiap diselenggarakan pertandingan masyarakat yang datang sekitar 1.200 lebih. Mayoritas anak-anak muda. "Disdag berpesan terkait pengelolaan sampah dan malah menanyakan fasilitas yang dibutuhkan," terangnya.
Sebelum ada acara itu, beberapa lampu di PASTHY rusak. Namun setelah mengajukan ke Disdag karena pemyelenggaraan acara malam, sudah diperbaiki bahkan di tambahi. "Saya melihat acara ini alternatif untuk meregenerasi pengunjung pasar agar lebih dikenal anak muda," bebernya.
Ia menyayangkan apabila pasar hanya digunakan untuk kegiatan jual beli. Hal itu karena pasar merupakan ruang komunikasi dan pertemuan masyarakat yang nyata. Maka penyelenggaraan acara sebisa mungkin akan diadakan. "Paling terdampak itu food court-nya, karena mereka pasti kebanjiran konsumen," ujarnya.
Pertandingan Fight Club YK merupakan pertandingan boxing resmi di bawah monitoring Pertina (Persatuan Tinju Amatir Indonesia). Penyelenggaraanya juga melibatkan jajaran aparat penegak hukum, Polri dan TNI. (oso/laz)