Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Atraksi Kesenian dan Kirab Budaya Tradisi Labuhan di Pantai Goa Cemara, Sanden, Bantul, Tandai Lahirnya Desa Wisata,  Hadirkan Tradisi Pesisir Yang Ot

Khairul Ma'arif • Senin, 8 Juli 2024 | 13:40 WIB
Atraksi kesenian diawali dengan kirab budaya. Acara diikuti ratusan orang. Lebih dari 300 peserta dengan kawalan prajurit bregada.
Atraksi kesenian diawali dengan kirab budaya. Acara diikuti ratusan orang. Lebih dari 300 peserta dengan kawalan prajurit bregada.

RADAR JOGJA - Agenda pariwisata ini bertajuk gelar atraksi kesenian dan kirab budaya dalam rangka tradisi labuhan digelar di Pantai Goa Cemara, Patihan, Gadingsari, Sanden, Bantul. Acara mengambil tema “Hadeging Nata Raharjaning Praja” berlangsung kemarin (7/7).

Atraksi kesenian diawali dengan kirab budaya. Acara diikuti ratusan orang. Lebih dari 300 peserta dengan kawalan prajurit bregada. Kemudian diikuti penampilan karawitan, dan jatilan gedrug. Saat labuhan, peserta membawa sejumlah gunungan.

Kegiatan atraksi kesenian yang mendapatkan fasilitasi Dinas Pariwisata DIY dan dukungan dana keistimewaan juga menandai berdirinya Desa Wisata Patihan Gua Cemara. Disingkat Dewa Patih. Sebelumnya, Padukuhan Patihan juga sudah memiliki kelompok masyarakat sadar wisata (Pokdarwis).

“Kami transformasi menjadi lembaga yang lebih besar. Tidak hanya mencakup titik destinasi Pantai Gua Cemara tapi seluruh Padukuhan Patihan dan sekitarnya,” ujar Sekretaris Dewa Patih Fajar Subekti di sela acara kemarin.

Dengan tema “Hadeging Nata Raharjaning Praja” menjadi harapan seiring kehadiran Dewa Patih. Fajar menuturkan, Hadeging Nata itu menjadi transformasi dari Pokdarwis Goa Cemara ke Dewa Patih.  “Artinya ini menjadi satu titik momen perubahan demi majunya sebuah destinasi wisata,” katanya.

Atraksi kesenian dan kirab budaya itu menjadikan Dewa Patih semakin otentik dengan budaya pesisir dan wisatanya. Tidak hanya mengandalkan wisata pemandangan Pantai Goa Cemara. Namun juga kehidupan sosial budaya masyarakatnya.

Tradisi labuhan Pantai Goa Cemara sudah digelar selama 10 tahun terakhir. Rutin setiap 1 Muharam. Seluruh warga Patihan ikut terlibat. Saling membantu dan bergotong royong. “Sebagai tradisi budaya itu wujud  syukur pelaku wisata, petani, nelayan dan siapa pun yang mencari mata pencaharian di pesisir,” tutur Fajar.

Dewa Patih resmi berdiri sejak Januari 2024 lalu. Ke depan, Dewa Patih bakal dikembangkan dalam brbagai paket wisata. Antara lain ada konservasi penyu, penanaman pandan di pesisir, penanaman cemara dan pertanian lahan pasir. Juga pengembangan homestay di perkampungan yang dilengkapi kerajinan-kerajinan perkakas dan eceng gondok. Pengembangannya tersebut melibatkan warga. Terutama ibu-ibu PKK dan pemuda berikut organisasi  karang tarunanya.(rul/kus).

 

Editor : Satria Pradika
#Pantai Goa Cemara #Atraksi Kesenian