SLEMAN - Buntut peretasan Pusat Data Nasional (PDN) oleh hacker, pagi ini website KIP Kuliah hilang dan tidak bisa diakses. Mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) khawatir, data pribadinya dijual bebas dan disalahgunakan.
Seorang mahasiswa baru UGM Ahmad Yuli Setiawan mengaku mengetahui PDN dibobol hacker melalui media massa. Pihaknya kemudian berinisiatif melakukan pengecekan.
"Katanya pengumumannya (beasiswa kuliah) Oktober atau November, terus ini setelah di retas disuruh input data lagi dan webnya masih belum bisa diakses. Hari ini malah hilang webnya," kata Ahmad Yuli Setiawan pada Selasa (2/2024).
Berdasarkan penelusuran di sejumlah link berita, dia memperoleh informasi bahwa permasalahan PDN berdampak pada mahasiwa penerima beasiswa KIP Kuliah pada 29 Juli 2024.
"Kemarin lihat di berita. Kalau pemberitahuan dari kampus belum ada," ucapnya.
Masih berdasarkan referensi berita, gangguan PDN berdampak pada pencairan beasiswa 2024. Selama ini manfaat KIP Kuliah sangat dirasakan mahasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
"Kami khawatir (peretasan PDN), takunya datanya dijual bebas dan disalahgunakan," ucapnya.
Mengingat data yang diupload berisi data pribadi masing-masing mahasiswa penerima beasiswa. Mulai dari nama, tanggal lahir, nomor induk siswa nasional (NSN) dan yang lain.
Maka keamanannya harus terjaga dengan optimal. Terpenting data yang kini dalam proses perbaikan cepat pulih kembali.
"Kami juga mohon di backup datanya karena data rakyat itu sangat penting dan tidak untuk disepelekan," pintanya.
Baca Juga: Si Jago Merah Lahap Empat Kamar di Rusunawa Cokrodirjan, Begini Kronologinya
Kepada pemerintah, Ahmad Yuli Setiawan meminta setelah pulih tolong berikan keamanan yang kuat agar tidak di retas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sementara itu, Sekretaris Universitas (SU) UGM Dr. Andi Sandi mengatakan, data UGM secara umum tersimpan dengan baik dan aman.
"Sedangkan untuk data yang terkait dengan pusat data nasional kami tetap berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga," kata Dr. Andi Sandi. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin