RADAR JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja menggelar donor darah sebagai rangkaian HUT ke-77 Pemkot Jogja. Kegiatan ini dilakukan juga untuk menyikapi minimnya stok darah pada golongan tertentu di Kota Jogja.
Ketua Tim Kerja Penjaminan dan Peningkatan Mutu Kesehatan Dinkes Kota Jogja Tuty Fidyawati mengatakan, kegiatan donor darah akan dilaksanakan pada hari ini (25/6) di Graha Pandawa, Balai Kota Jogja. Dalam kegiatan itu pihaknya menyasar 200 pendonor.
Menurut Tuty, sasaran pendonor nantinya juga diharapkan tidak hanya dari kalangan aparatur sipil negara (ASN). Namun juga masyarakat umum, anggota TNI/Polri, pegawai kejaksaan dan pengadilan, serta karyawan rumah sakit di wilayah Kota Jogja.
Donor darah ini selain sebagai rangkaian HUT Pemkot, harapannya juga mampu membantu ketersediaan darah di Kota Jogja. Khususnya terhadap golongan darah yang stoknya cukup minim. "Dari informasi PMI Kota Jogja, golongan darah yang cukup mimim itu jenis AB,” terangnya Senin (24/6).
Tuty menambahkan, dalam kegiatan itu pihaknya juga memberlakukan beberapa syarat bagi masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya. Yakni berusia 17 sampai 60 tahun dan kondisinya sehat.
Kemudian calon pendonor juga harus bebas dari penggunaan obat-obatan selama sepekan sebelum mendonorkan darahnya. Selain itu, pendonor wajib cukup istirahat. “Bagi wanita juga tidak sedang menstruasi,” tambah Tuty.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jogja Irjen (Purn) Haka Astana menyampaikan, secara umum golongan darah AB merupakan darah yang paling minim ketersediaannya. Hingga Senin (24/6) stoknya di DIY hanya tinggal 35 kantong untuk jenis darah lengkap.
Haka merinci, untuk golongan darah AB jenis sel darah stoknya tinggal 135 kantong. Sementara golongan darah AB jenis trombosit jumlahnya hanya 12 kantong. “Saya kira golongan darah AB memang jarang, tapi stok darah setiap hari selalu tersedia,” terang Haka. (inu/laz)