RADAR JOGJA - Rektor UIN Sunan Kalijaga (Suka) Jogja Al Makin menggelar pameran tunggal bertajuk "Kepemimpinan Lintas Iman" di Museum Affandi, 11-15 Juni 2024. Pameran diadakan untuk menyuarakan keberagaman dalam perbedaan.
"Beliau ini punya latar belakang pendidikan agama yang cukup kuat. Jadi ini menunjukkan bahwa agama tidak menjadi bentuk yang mengkotak-kotakkan orang," ujar Gentayu Manda, salah seorang panitia pameran dari bagian database karya.
Ada 35 lukisan yang dipamerkan. Pameran juga diselingi dengan peluncuran buku dan bincang seniman. "Karakteristiknya lukisan naif ya, seperti goresan anak kecil. Jadi penuh dengan corak-corak. Bukan seperti karya lukis realisme pada umumnya," tambahnya.
Ia menyebut Museum Affandi jadi tempat yang strategis. "Banyak orang yang berkunjung karena penasaran ada rektor yang melukis. Hal semacam ini memang cukup jarang," tuturnya.
Manda berharap pameran bisa menjadi pemantik agar para seniman tidak mengkotak-kotakkan diri meski memiliki perbedaan pandangan. "Harapannya seni jadi jembatan untuk menyuarakan apa pun," tuturnya.
Kurator pameran ini, Suwarno Wisetromo dalam pengantarnya menuliskan, Al Makin adalah seorang akademisi yang fokus kajian pada bidang filsafat. Selain itu juga sosiologi masyarakat muslim, sejarah Islam awal, studi minoritas agama asli Indonesia, dan multikulturalisme.
"Ia mengalami dan memiliki pengalaman apa itu pluralisme, apa itu keberagaman, dan bagaimana selayaknya hidup bersama-sama.,” kata Suwarno.
Salah seorang pengunjung, Alena menilai lukisan yang dipamerkan begitu unik dengan berbagai warna. “Kalau liat lukisan ini kaya wow aja,” tuturnya.
Ia menuturkan karya favoritnya adalah Kumbakarna. Sebuah lukisan akrilik pada kanvas berukuran 100x80 cm. "Tekstur warnanya itu membuat tebal tipisnya terasa," tambah Alena. (cr1/laz)