Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ini Langkah Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk Mengatasi Kemiskinan di Yogyakarta

Avelia Priscilla Putri • Jumat, 3 Mei 2024 | 18:40 WIB

 

KOORDINASI: Gubernur DIY HB X di Kompleks Kepatihan Senin (6/11). (Winda Atika Ira P/Radar Jogja)
KOORDINASI: Gubernur DIY HB X di Kompleks Kepatihan Senin (6/11). (Winda Atika Ira P/Radar Jogja)

RADAR JOGJA – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, membuat sebuah program Program Bantuan Sosial Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU).

Ia pun mengajak lurah dan perangkat desa di Kabupaten Sleman untuk membantu pelaksanaan program tersebut.

Program ini nantinya diharapkan dapat membantu masyarakat lansia miskin di DIY dan menekan angka kemiskinan di wilayah tersebut.

Dilansir dari laman Jogja Prov, Sri Sultan menyampaikan bahwa angka kemiskinan di DIY masih cukup tinggi, mencapai 11,04% dari total penduduk DIY.

Untuk itu, program JSLU diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat miskin di DIY.

Bantuan ini diberikan sebesar Rp300.000 per bulan, dan diharapkan dapat membantu lansia miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka.

Gubernur DIY juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap program JSLU.

Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap lurah dan perangkat desa dapat membantu memastikan bahwa bantuan ini diterima oleh orang yang benar-benar membutuhkan sehingga programnya ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang sudah di rencanakan.

Selain itu, Sri Sultan juga berharap agar pemerintah desa dapat meningkatkan akuntabilitas dan pelayanan publik kepada seluruh masyarakat.

Ia mendorong pemerintah desa untuk membuka ruang bagi masyarakat untuk mempertanyakan segala sesuatunya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, mengatakan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Sleman turun 0,22% menjadi 7,52% pada tahun 2023.

Penurunan ini dicapai dengan menerapkan tiga strategi utama, yaitu pemberian beasiswa pelatihan kerja, pendampingan UMKM, dan pemberian bantuan langsung tunai.

Kustini juga mengungkapkan bahwa Pemkab Sleman masih terus memberikan perhatian khusus pada upaya penurunan stunting.

Angka stunting di Kabupaten Sleman saat ini mencapai 4,51%, turun 2,37% dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia berkomitmen untuk meneruskan upaya ini hingga mencapai angka 0% stunting di Kabupaten Sleman.

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #kemiskinan #Sri Sultan Hamengku Buwono X #DIY #JSLU #gubernur diy