Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Helmy Kurniawan dari Hobi Ikan Gupi Jadi Penghasilan Tambahan, Modal Awal Toples Bekas Es Krim Kini Rp 3 Juta Per Bulan

Khairul Ma'arif • Sabtu, 6 April 2024 | 17:00 WIB

 

SAMBILAN JADI CUAN: Helmy Kurniawan di akuarium ikan gupi miliknya. Beberapa kali kejuaraan ikan gupi ia raih.
SAMBILAN JADI CUAN: Helmy Kurniawan di akuarium ikan gupi miliknya. Beberapa kali kejuaraan ikan gupi ia raih.

RADAR JOGJA - Kesenangan terhadap ikan gupi membuat Helmy Kurniawan menyelaminya tidak hanya untuk dipelihara. Tetapi juga diperjualbelikan, sehingga mendapat penghasilan tambahan. Ikan gupi itu pun dirawatnya untuk dilombakan dan meraih sejumlah kejuaraan.


KHAIRUL MA'ARIF, Jogja


Helmy hanya bermodalkan ruang belakang rumahnya di Warungboto, Kota Jogja. Tersusun rapi deretan akuarium yang di dalamnya terdapat ikan gupi berenang. Dari situ didapati penghasilan tambahan setiap bulannya.


Berawal dari hobi memelihara ikan gupi pada 2020. Ketika itu dia masih berstatus mahasiswa semester delapan. Kesibukannya yang hanya magang dan membuat skripsi menjadikan lebih fokus merawat ikan gupi yang kian bertambah banyak dari sebelumnya.


Penelusurannya di Instagram ternyata ikan gupi memiliki nilai ekonomi lumayan. Sebelumnya, Helmy mengetahui harganya hanya sekitaran Rp 5 ribuan yang bisa dibeli anak SD. "Ternyata kok harganya lumayan. Waktu itu aku beli dari luar kota harganya Rp 50 ribu, karena penasaran aku beli," tuturnya.


Meski sudah lama memelihara ikan gupi, dia heran ada ikan yang seharga Rp 50 ribu. Padahal, untuk ikan sekecil ini tentu terasa mahal dengan harga segitu. Usai membelinya, dia membandingkan dengan ikan gupi harga Rp 2 ribu.


Dari situ disadari memang ada perbedaan mencolok yang sangat dari segi warna, ekor dan proporsional badan. Dari situ dia mulai membeli ikan gupi indukan untuk dirawat dan diternakannya. Dapat beranak pinak dengan banyak membuat ikan gupi yang dimiliki terus bertambah.


Lantas dari situ dia mulai mengetahui adanya kontes ikan gupi. Perlombaan itu menilai ekor, warna, dan proporsi tubuh ikan gupi. Sempat meraih juara dari perlombaan yang diikutinya.
Helmy menuturkan, memulai menjual ikan gupi peliharaannya sejak pertengahan 2020.

Berbagai market place dan sarana media sosial dijadikan sebagai ruang untuk menjual ikan gupi. "Awalnya pembelinya cuma Jogja. Ternyata orang luar kota peminatnya juga banyak," ucapnya.


Mulai dijualnya ketika ikan gupinya banyak. Awalnya dia menjual ikan gupi peliharaan di grup ikan hias Facebook. Ikan gupi menjadi minoritas sebagai kalangan ikan hias di grup itu.
Dari situ mulai mendapat pasar pembelinya. Dahulu akuarium yang berjejer itu belum sebanyak sekarang. Hanya berjumlah satu dua lantas bertambah setiap berkembangnya.

Baca Juga: Euforia Rayakan Kemenangan dengan Kembang Api di Simpang 4 Warungboto Kota Jogja, Polresta Yogyakarta Amankan 7 Remaja


Bahkan diawali dengan hanya bermodalkan toples bekas es krim. Sekarang ikan gupi bertambah dan jumlah akuariumnya juga mumpuni. Adanya live Tik Ttok belakangan ini menjadi bantuan tersendiri penjualannya.


Itu karena dengan adanya live Tik Tok membuat pembeli yang melihat saja tergiur ingin membelinya. "Pas lagi ramai Rp 3 juta sebulan sampai, dan ini hanya sebagai sambilan," ucap Helmy.


Kendala usaha ini hanya dalam pengiriman. Itu lantaran ikan gupi rentan mati saat dalam proses pengiriman paket di ekspedisi. Kondisi itu membuatnya harus mengembalikan uang atau mengirim ulang dengan ikan yang ada. Pembelinya 80 persen pelanggan secara online.


Ikan gupi yang dijualnya sering dikirim ke luar kota seperti Jabodetabek dan daerah Surabaya. Bahkan pernah kirim sampai ke Jerman. Konsumennya dari Jerman itu sampai berulang kali membeli kepadanya. "Harga jualnya ke Jerman tiga hingga lima kali lipat dari harga di Indonesia," ungkapnya seraya tertawa. (laz)

Editor : Satria Pradika
#Kota Jogja #Warungboto #Ikan Gupi