Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pinjol Masuk Pembiayaan UKT, UGM Sebut Aman karena Peminjamnya Mahasiswa Pascasarjana yang Punya Penghasilan

Gunawan RaJa • Senin, 5 Februari 2024 | 15:00 WIB

 

 

 

Sekretaris Universitas UGM Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu (kanan) dan Kepala Sub Direktorat Kerjsama Dalam Negeri UGM Ir Johan Syafri Mahatir Ahmad.
Sekretaris Universitas UGM Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu (kanan) dan Kepala Sub Direktorat Kerjsama Dalam Negeri UGM Ir Johan Syafri Mahatir Ahmad.

RADAR JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta kini telah terikat kontrak kerja sama dengan fintech atau pinjaman online (pinjol) Danacita. Tujuannya untuk skema pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa yang kesulitan membayar uang kuliah tunggal (UKT). Soal ini pun sempat menimbulkan pro kontra.

Sekretaris Universitas UGM Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu mengatakan, kerja sama Danacita itu hanya dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB). "Tapi sebagaimana umumnya MoU bersifat global, masih umum. Dari 33 (nasabah Danacita) sebagian besar Pascasarjana, sudah berpenghasilan. Jadi bisa memanage beban dan penghasilan," katanya, Jumat (24/2).

Kalau kemudian ada yang bermasalah, UGM memastikan berada di posisi mahasiswa, karena dalam program Danacita UGM memberi rekomendasi. "Nggak mungkin lepas tangan," ucapnya, namun enggan menjelaskan maksud bentuk campur tangan itu.

Ia menganalogikan pinjaman itu antar orang per orang, ketika teman mengajukan pinjaman kredit dan seorang lainnya sebagai penjamin. "Kalau dekne ora iso mbayar aku rak yo katut (kalau dia tidak bisa membayar, saya kan juga ikut kena getahnya. Begitu pun dengan FEB UGM," ungkapnya.

Tapi sebelum calon mahasiswa mendaftar, semua diskrining terlebih dahulu. Mulai foto rumahnya, tagihan dan yang lain-lain. "Dari situ kan bisa terlihat gambaran. Bahkan surat penghasilan orang tua juga diberikan," jelasnya.

Kalau kemudian saat melihat syarat pengajuan pinjaman ibarat besar pasak daripada tiang, pasti Danacita akan melihat kemampuan hitung-hitungan calon nasabah. "Jadi ini (Danacita) opsi ya. Saya tekankan bahwa ini (Danacita) opsi, bukan wajib bagi mahasiswa," tegasnya.

Oleh karena itu tidak semua mahasiswa bisa menggunakan fasilitas tersebut. Betul-betul dilihat taraf kemampuannya. Sejauh ini, berdasarkan informasi dari Danacita, sebagian besar mahasiswa Pascasarjana yang mengajukan kredit tidak ada masalah.

"Tetapi begini ya, perlu dilihat orang yang menggunakan (Danacita) di UGM adalah orang-orang yang terdidik di dunia ekonomi. Teman-teman yang pakai itu ahli di bidang keuangan,"  bebernya.

Meski demikian, UGM tidak menutup kemungkinan melakukan evaluasi kalau penggunaan Danacita memberatkan mahasiswa. "Kalau sampai memberatkan mahasiswa, kami akan evaluasi segera," jelas Andi.

Dia juga menyampaikan, uang dari Danacita tidak ditransfer ke rekening mahasiswa. Melainkan langsung ditransfer ke rekening perguruan tinggi, agar tidak disalahgunakan untuk keperluan lain.  "Langsung ke rekening kampus. Jadi pemanfaatannya spesifik. Pinjaman (Danacita) itu untuk pendidikan, bukan konsumtif," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Kerjsama Dalam Negeri UGM Ir Johan Syafri Mahatir Ahmad menyampaikan perihal dua opsi lain sebelum mahasiswa masuk ke Danacita. "Ada beasiswa presentasi, beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu dan beasiswa dari pemerintah dan swasta," ungkapnya. (gun/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#pinjol #UGM