RADAR JOGJA - Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal memiliki beberapa sesar bumi yaitu Sesar Opak, Sesar Oyo dan Sesar Progo.
Namun siapa sangka ternyata ada satu sesar yang perlu diwaspadai keberadaannya.
Sesar ini adalah Sesar Mataram yang keberadaanya tengah diteliti oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Riset dan Inovasi Negara (BRIN) berada di wilayah DI Yogyakarta (DIY).
Guru Besar Geologi UGM Wahyu Wilopo mengatakan Sesar Mataram saat ini masih dalam proses penelitian dan kajian.
Meski meminta waspada, namun Wilopo memastikan Sesar Mataram tidak seaktif Sesar Opak. Diketahui Sesar Opak adalah penyebab terjadinya Gemba Bantul pada 2006.
Letak Sesar Mataram
Wahyu Wilopo menuturkan penelitian ini dilakukan bersama BRIN dengan berdasarkan data offset stream.
Sesar Mataram ini membentang dari sekitar daerah Prambanan ke arah barat. Bentangan sesar ini juga disebutkan hingga dan melalui kawasan Kota Jogja.
Hingga saat ini tim gabungan BRIN, UGM ditambah BMKG masih melakukan penelitian dan kajian. Terutama untuk memastikan Sesar Mataram tergolong aktif atau tidak.
"BRIN itu berdasarkan pada offsetnya, jadi ada sungai di situ yang agak sedikit berbelok. Tapi BRIN juga menyarankan perlu penelitian lebih lanjut, iya masih hipotesa awal.
Ya untuk memastikan betul tidak ini ada patahan aktif," jelas Wahyu Wilopo yang juga tergabung dalam tim peneliti terkait Sesar Mataram.
Belum Ada Data Kegempaan di Kawasan Sesar Mataram
Wajyu menuturkan keberadaan sesar aktif dapat diidentifikasi dari seismisitasnya.
Apabila tergolong sebagai sesar aktif maka setidaknya ada data seismisitas di daerah yang dilintasi sesar tersebut.
Sementara berdasarkan data BMKG, belum ditemukan sejarah gempa di kawasan Sesar Mataram.
"Dari data seismologi tidak menunjukan ada tanda-tanda, kalau patahanya mungkin. Tapi ini kita baru pastikan, apakah betul sesar, apakah sesarnya aktif," katanya.
Sesar Mataram Baru Terpetakan 2021
Temuan Sesar Mataram ini mencuat usai Peneliti Ahli Utama BRIN Danny Hilman Natawidjaja menyebut Yogyakarta terdeteksi sesar lain selain Sesar Opak.
Namun sesar ini belum pernah terpetakan sebelumnya. Baik titik detil hingga sejarah terjadinya kegempaan.
Hingga akhirnya BRIN melakukan pemutakhiran data sesar aktif. Diketahui bahwa sesar ini membentang dari Timur ke Barat.
Mulai terpetakan pada medio 2021 dengan nama Sesar Mataram.
Keberadaan sesar ini awalnya terdeteksi namun dengan nama Sesar Dengkeng dan letaknya lebih ke Timur.
Dari hasil penelitian diketahui ternyata Sesar Dengkeng masih memiliki patahan menerus ke arah Barat.
Bahkan berdasarkan data penelitian dan kajian BRIN, sesar ini melewati tengah-tengah Kota Jogja.
Sesar Mataram juga terlihat berasosiasi dengan offset stream berdasarkan studi survei geolistrik dan pemetaan berdasarkan morfologi.
Offset Stream sendiri adalah kenampakan adanya pergeseran aliran sungai akibat sesar mendatar. Bentuk sungai membelok dengan tiba-tiba melalui jalur sesar yang lurus.
Editor : Bahana.