JOGJA - Pemprov DIY mulai bergegas menggencarkan vaksinasi polio, salah satu wilayah yang menjadi fokus yaitu di Kabupaten Sleman.
Sebab, daerah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Di mana, satu kasus polio ditemukan.
Sekprov DIY Beny Suharsono mengatakan, metode pemberian vaksin polio dilakukan di puskesmas-puskesmas yang berada di Kabupaten Sleman. Imunisasi ini diperuntukkan terutama bagi yang rentan.
"Kan polio diperuntukkan bagi yang rentan adalah anak-anak. Dinas kesehatan sudah berjalan sudah melakukan, program itu harus berjalan untuk melindungi warga," katanya di Kompleks Kepatihan Jumat (12/1).
Beny menjelaskan vaksinasi ini digerakkan seiring ada edaran dari pemerintah pusat untuk segera melakukan vaksin polio ke daerah Sleman. Mengingat wilayah tersebut berbatasan langsung dengan wilayah Klaten.
"Walaupun namanya virus tidak punya wilayah administrasi, tapi yang paling rentan yang berbatasan langsung. Karena interaksi orangnya langsung. Kami mewaspadai itu," ujarnya.
Meski begitu, Beny mengajak masyarakat juga menggerakkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Seperti halnya memakai masket, mencuci tangan.
Hal ini disamping untuk menjaga diri sendiri juga agar orang lain tidak berkontak langsung.
"Maka lakukan PHBS cuci tangan itu kami lakukan, saya kira itu sangat standar bagi masyarakat. Tapi kita selalu menggerakkan kecepatan melakukan vaksin polio di wilayah perbatasan," jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan, sudah menerima instruksi dari Kementerian Kesehatan RI untuk segera melakukan vaksin polio di wilayah Sleman.
Itu menyusul ditetapkannya Kabupaten Klaten yang berbatasan langsung dengan wilayah Sleman sebagai kejadian luar biasa (KLB) polio.
"Alhamdulillah surat baru saja diterima. Sementara hanya untuk Sleman. Isinya di Sleman harus dilaksanakan nOPV2 (vaksinasi polio)," katanya.
Pembajun menjelaskan, vaksin polio yang diberikan itu nantinya dipakai dengan cara diminum secara oral.
Sampai sekarang belum ada kasus polio yang ditemukan di wilayahnya. Maka, pemberian vaksin kata Pembajun, akan digenjot untuk mengantisipasi sebaran kasus.
"Semoga tidak ada, kita akan terus upayakan antisipasi," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad