JOGJA - Puluhan pelajar dan masyarakat umum mengikuti gelaran Festival Permainan Tradisional di SMKN 2 Jogja, Minggu (22/10).
Gelaran ini diinisasi oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Jogja. Kormi menjadi lembaga yang membawahi berbagai induk olahraga rekreasi masyarakat.
Ketua Kormi Kota Jogja Septi Sri Rejeki menuturkan kegiatan ini diikuti oleh 10 kemantren. Masing-masing kemantren mengirimkan tiga peserta laki-laki dan tiga peserta perempuan.
Total ada 4 mata lomba permainan tradisional yang dipertandingkan.
"Ada lomba balap karung, balap egrang, pindah papan, dan lomba hias layang-layang," kata Septi, Minggu (22/10).
Menurut Septi, kegiatan ini dilaksanakan masih dalam rangka memperingati HUT ke-267 Kota Jogja. Festival Permainan Tradisional 2023 diharapkan dapa melatih ketangkasan dan kekuatan masing-masing peserta.
Selain itu, juga diharapkan dapat memunculkan potensi olahraga di masing-masing wilayah.
"Juga bermanfaat untuk mensosialisasikan, mengembangkan olahraga tradisional khususnya di Kota Jogja," kata Septi yang juga sebagai Kepala Dinas Dukcapil Kota Jogja ini.
Salah satu peserta asal Kemantren Mantrijeron Anggun Khofifah menjadi pemenang pertama lomba balap karung putri.
Ini menjadi perlombaan balap karung pertama baginya. Bagi Anggun, perlombaan ini mengingatkannya akan momen 17-an.
Meski baru pertama kali, tapi Anggun tak merasa kesulitan. Dia hanya mengandalkan kekuatan kakinya dan terus lompat hingga melewati garis finish.
Anggun mengaku tak ada persiapan khusus untuk menghadapi pertandingan balap karung kali ini.
"Awalnya sempat ciut melihat lawan, tapi akhirnya bisa menang karena paling cepat dari lainnya," ungkap pelajar SMPN 3 Sewon ini. (isa)
Editor : Amin Surachmad