Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pagar Sementara Tugu Pal Putih, dari Oranye, Kini Hijau Pare Anom

Winda Atika Ira Puspita • Sabtu, 30 September 2023 | 15:45 WIB
BERUBAH: Penampakan pagar yang mengitari Tugu Pal Putih Jogja telah diganti. Tidak lagi berwarna oranye milik Dinas Perhubungan Kota Jogja, kini pagar berwarna hijau Pare Anom
BERUBAH: Penampakan pagar yang mengitari Tugu Pal Putih Jogja telah diganti. Tidak lagi berwarna oranye milik Dinas Perhubungan Kota Jogja, kini pagar berwarna hijau Pare Anom

 


RADAR JOGJA - Pagar yang mengitari Tugu Pal Putih Jogja diganti, sekarang lebih terlihat estetik berwarna hijau Pare Anom dan bertuliskan huruf jawa. Sebelumnya pagar yang terpasang adalah milik Dinas Perhubungan Kota Jogja berwarna oranye.


Kepala Dinas Kebudayaan DIJ Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, pagar yang terpasang tetap bukan sebagai pagar permanen. Pagar itu sama saja fungsinya seperti sebelumnya. Hanya, diganti untuk menambah kesan estetis kawasan Tugu. Pun sejatinya kawasan Tugu itu bebas dari pagar. "Memang tidak akan dipagari permanen wong niatnya untuk diapresiasi hanya untuk pengaturan saja," katanya di Kompleks Kepatihan Jumat (29/9).


Dian menjelaskan prinsipnya adalah sebagai upaya mengedukasi masyarakat yang datang ke kawasan tersebut untuk menghargai keberadaan Tugu. Terlebih Tugu merupakan bagian dari Sumbu Filosofi Jogja yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco belum lama ini. “Kalau nanti masyarakatnya jangan menginjak, jangan masuk sudah tertib, okelah nggak perlu pake itu-ituan juga," ujarnya.


Menurutnya, masyarakat atau pengunjung sejatinya harus menjaga fasilitas yang ada, mengikuti aturan dan tak mengotori lingkungan sekitar. Disbud memiliki juru pelihara atau jupel sering menemukan adanya puntung rokok dan bagian yang seharusnya tidak diinjak justru meninggalkan bekas telapak sepatu. Sehingga, instansi ini harus bersikeras melakukan pemeliharaan. "(Disbud) Ngecat bekas-bekas sepatu di Tugu itu rutin," jelasnya.


Sehingga, untuk saat ini masih dibutuhkan pagar tersebut sebagai pengaturan saja. Jika ada batas-batas yang seharusnya masyarakat lakukan ketika berada di kawasan Tugu Jogja. Pemprov tak melarang pengunjung bersua foto disana, hanya harus paham untuk menjaga warisan dunia itu dengan menghargai keberadaannya. "Jadi kalau masyarakat itu sebenarnya mereka lebih respect terhadap Tugu, mungkin nggak perlu dipagar ya," jelasnya. (wia/pra)

Editor : Satria Pradika
#Tugu Pal Putih #kompleks kepatihan #Dinas Perhubungan