RADAR JOGJA - Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogja turut berkomitmen pada kesuksesan pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang. Komitmen dibuktikan dengan rencana dibukanya Tempat Pemilihan Suara (TPS) khusus bagi mahasiswa.
Komitmen ini patut dan layak diapresiasi. Sebab, meski tidak memiliki program studi ilmu sosial dan politik, UKDW Jogja sadar pentingnya Pemilu 2024.
Kepala Biro Kemahasiswaan, Alumni dan Pengembangan Karir UKDW Jogja, Adimas Kristiadi mengatakan pada Februari 2023, KPU Kota Jogja memberikan informasi ihwal TPS khusus bagi mahasiswa. Peluang itu langsung ditangkap pihak kampus.
"Kami di UKDW, karena Nusantara mini, Indonesia kecil, jadi dari Sabang sampai Merauke semua ada, nah kami langsung berpikir cepat, oke. Kami ingin melayani teman-teman mahasiswa supaya lebih mudah, gak usah balik," ujarnya, Senin (7/8/2023).
Mahasiswa UKDW Jogja diketahui berasal dari pelbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh, Medan, Kalimantan, Manado, Kupang hingga Merauke. Adanya TPS khusus di kampus juga sebagai upaya meminimalisasi golongan putih (golput) dari kalangan mahasiswa. Mereka tidak perlu pulang ke daerah asal yang memakan banyak biaya dan waktu.
"Kan ada yang gak mau pulang, malas coblosan harus pulang. Kami langsung iyakan," ujarnya.
UKDW Jogja juga berupaya meminimalisir golput di kalangan mahasiswa melalui sosialisasi. Adimas menyadari memang karakter mahasiswa dalam menyikapi kondisi politik di Indonesia memiliki kecenderungan yang berbeda-beda.
"Kami mengkampanyekan anti golput, bahayanya golput seperti apa kalau gak ada yang isi bisa disalahgunakan, riskan. Maka teman-teman mahasiswa harus bisa menggunakan hak pilih dengan baik," jelasnya.
Menurutnya, ada karakter mahasiswa acuh tak acuh dengan kondisi perkembangan politik. Fokusnya yang terpenting ialah kuliah lulus dengan baik. Namun ada juga mahasiswa yang benar-benar aktif mengikuti perkembangan politik.
"Nilai mungkin tidak seberapa, tetapi dia paham ada yang salah pada sistem. Tapi ada juga mahasiswa kecewa, kondisi keluarga kurang karena memang daerah yang membuat dia kekurangan secara ekonomi jadi dia apatis, gak percaya lagi kepada pemerintah," jelasnya.
Sementara itu, setidaknya ada 230 mahasiswa UKDW Jogja yang sudah terdata. Mereka berasal dari angkatan 2019 hingga 2023 yang didata melalui setiap fakultas maupun WhatsApp blas.
Jumlah ini bisa bertambah sebab ada mahasiswa angkatan baru yang masuk pada Agustus 2023. Setelah masa orientasi mahasiwa baru bisa diketahui jumlah mahasiwa luar yang dimungkinkan akan mendaftar pada TPS khusus. Diharapkan mereka bisa terfasilitasi pada Pemilu 2024 mendatang.
Sedangkan mahasiswa juga akan dilibatkan sebagai panitia pelaksana Pemilu di kampus. Selain sebagai upaya belajar tapi juga bisa menambah nilai keaktifan mahasiswa yang dijadikan salah satu poin kelulusan di UKDW Jogja.
"Iya mahasiswa juga dilibatkan besok saat pelaksanaan, mix (campur) ya, info awal nanti ada presentase staf dan teman mahasiswa. Mereka bisa dapat nilai kredit keaktifan mahasiwa karena kami buatkan sertifikat atau KPU mungkin membuat sertifikat," jelasnya.
Sementara itu, Komisioner Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kota Jogja, Siti Nurhayati mengatakan setidaknya ada 41 universitas dan lembaga pendidikan yang diundang saat penyusunan daftar pemilih sementara (DPS). Sekitar bulan Februari 2023.
Namun hanya ada tiga universitas di Kota Jogja yang menindaklanjuti. Sehingga tiga universitas yang membuka TPS khusus ialah Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), IST Akprind dan Politeknik LPP Jogja.
"TPS khusus hanya ada di tiga kampus, prosesnya saat itu pas penyusunan DPS kami undang seluruh kampus di Kota Jogja. Tetapi yang bisa menindaklanjuti hanya tiga," ujarnya. (lan).
Editor : Amin Surachmad